Kompas.com - 14/12/2017, 09:34 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) diapit oleh Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan), dalam pertemuan KTT OKI, di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017). (AP via The Telegraph). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) diapit oleh Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan), dalam pertemuan KTT OKI, di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017). (AP via The Telegraph).
|
EditorVeronika Yasinta


INSTANBUL, KOMPAS.com - Sebanyak 57 negara Muslim menyatakan Amerika Serikat tidak dapat lagi berperan dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

Dilansir dari The Telegraph, Rabu (13/12/2017), dalam KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI), 57 negara anggota menyetujui kebijakan tersebut pada sebuah pertemuan darurat di Istanbul, Turki.

Negara Muslim menganggap keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dari Tel Aviv menjadi indikasi penarikan pemerintah AS dari perannya sebagai sponsor perdamaian Israel-Palestina.

Mereka juga menyerukan dukungan terhadap Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, menyusul keputusan sepihak Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga : Erdogan Desak Dunia Akui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Namun, analis memperkirakan keputusan negara Muslim dalam KTT OKI tidak  memiliki banyak dampak praktis. Negara-negara anggota akan membuat langkah mereka sendiri tergantung pada kepentingan nasional masing-masing.

"Deklarasi OKI melampaui polemik simbolis ketika mereka menghasilkan kebijakan yang berlaku. Saya ragu deklarasi OKI ini akan banyak mengarah pada hal itu," kata HA Hellyer, pejabat senior dari Royal United Services Institute.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika negara Muslim bersatu menentang keputusan Trump, justru terlihat keretakan di antara negara Timur Tengah.

Presiden Turki Recip Tayyip Erdogan sangat ingin menampilkan dirinya sebagai pemimpin Islam global dan telah mencoba untuk menempatkan isu Yerusalem di garis depan.

Baca juga : Bicara di KTT OKI, Jokowi Sampaikan Enam Usulan soal Yerusalem

Sementara, sekutu AS seperti Arab Saudi dan Mesir telah mengambil pendekatan yang lebih halus.

Arab Saudi dan Mesir hanya mengirim menterinya ke KTT OKI tersebut. Sementara, pemimpin negara Muslim lainnya langsung menghadiri pertemuan itu.

Sebelum konferensi dibuka, menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengkritik negara-negara Arab atas tanggapannya yang datar mengenai keputusan Trump.

"Beberapa negara Arab telah menunjukkan respon yang sangat lemah," katanya.

Erodgan justru tidak menunjukkan rasa takut, seperti ketika dia menuduh Trump memiliki "mentalitas Zionis". Dia juga menyebut Israel sebagai negara teroris yang membunuh anak-anak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X