Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/12/2017, 08:39 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


TEL AVIV, KOMPAS.com - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan sebuah senjata roket meluncur ke Israel dari Jalur Gaza pada Rabu (13/12/2017) malam waktu setempat.

Dilansir dari Times of Israel, senjata itu jatuh di wilayah pendudukan Palestina dan menabrak sekolah umum dan merusak salah satu ruang kelas.

Roket tersebut menghancurkan ruang kelas kosong di sekolah umum Ghazi Al Shawa di Beit Hanoun.

Yoav Mordechai, pejabat penghubung Kementerian Pertahanan dengan Palestina mengatakan  serangan senjata roket dilakukan empat kali ke arah Israel pada Rabu malam, di tengah ketegangan yang terus meningkat.

Baca juga : Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara kepada Hamas di Gaza

Namun, dua senjata roket digagalkan sistem pertahanan udara Israel, sementara yang ketiga mendarat di lapangan terbuka di wilayah Eshkol.

Di akun Facebook-nya, Mordechai mengunggah gambar-gambar kerusakan yang terjadi di sekolah. Tidak jelas darimana gambar itu didapat dan kerusakan sekolah juga tidak dapat dikonfirmasi.

"Kelompok teroris di Gaza dengan tegas menunjukkan apa yang kita katakan sekali lagi, 'mereka menghancurkan masa depan anak-anak  dengan tangan mereka sendiri'," katanya.

"Pikirkan apa yang akan terjadi jika senjata itu menyerang pada siang hari, saat kelas itu penuh dengan anak-anak Anda," tulisnya.

Baca juga : Israel Bakal Naikkan Gaji Polisi Perbatasan

Israel telah mengalami peningkatan serangan melalui tembakan roket dalam beberapa hari terakhir. Puluhan proyektil juga telah diluncurkan dari Jalur Gaza sejak pekan lalu.

Ketegangan tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di sisi lain, dalam KTT darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak dunia agar mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Baca juga : Erdogan Desak Dunia Akui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Erdogan, yang menyebut diri sebagai pendukung utama perjuangan Palestina, mendefinisikan Israel sebagai "pendudukan" dan "teror".

"Dengan keputusan ini, Israel mendapatkan hadiah untuk semua aksi teror yang sudah dilakukannya. Adalah Trump yang memberikan hadiah itu," ujar Erdogan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.