Induk Perusahaan Bangkrut, Maskapai Niki Austria Berhenti Terbang

Kompas.com - 14/12/2017, 08:07 WIB
Lufthansa membatalkan tawarannya untuk Maskapai Austria Niki setelah Uni Eropa menyerukan kekhawatiran tentang persaingan yang bakal berkurang. (Yahoo News). Lufthansa membatalkan tawarannya untuk Maskapai Austria Niki setelah Uni Eropa menyerukan kekhawatiran tentang persaingan yang bakal berkurang. (Yahoo News).
|
EditorVeronika Yasinta


VIENNA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Austria, Niki, akan mengentikan operasionalnya pada Kamis (14/12/2017) waktu setempat, setelah gagal dibeli perusahaan raksasa Jerman, Lufthansa, dari induk perusahaannya, Air Berlin, yang mengalami kebangkrutan.

Dilansir dari AFP, sebelumnya, Niki telah mengajukan proses insolvensi atau ketidakmampuan perusahaan untuk membayar utang.

Sementara, Lufthansa sudah menghubungi Air Berlin dan manajer insolvensi untuk merealisasikan rencana transaksi.

Namun, pekan lalu, Komisi Eropa mengkhawatirkan terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat, apabila operator yang berbasis di Frankfrut itu membeli 81 pesawat dari 140 armada Air Berlin dan Niki seharga 210 juta euro atau Rp 3,3 triliun.

Baca juga : Air Berlin Bangkrut, Sejumlah Bandara di Jerman Ikut Terdampak

Air Berlin merupakan maskapai kedua terbesar di Jerman yang mengalami kebangkrutan pada Agustus lalu. Perusahaan itu kehilangan suntikan dana tunai dari pemegang saham terbesarnya, Etihad Airways dari Uni Emirat Arab.

Maskapai Air Berlin masih beroperasi hingga Oktober 2017 melalui pinjaman daurat dari pemerintah sebesar 150 juta euro atau Rp 2,4 triliun.

Sementara, kebangkrutan tersebut diperkirakan tidak akan berdampak pada operasional maskapai Niki, sehingga perusahaan tersebut tetap menjual tiketnya.

Baca juga : Para Pilot Sakit, Maskapai Bangkrut Air Berlin Batalkan Penerbangan

Maskapai Niki yang memiliki rute penerbangan ke Eropa Selatan dan Afrika dari Wina dan kota-kota lain di Austria dan Jerman malah mengumumkan akan berhenti beroperasi mulai 14 Desember 2017.

Maskapai yang menjalankan sekitar 20 armada dan 1.000 karyawan ini, sedang mencari solusi untuk memulangkan penumpang untuk kembali ke Jerman, Austria, dan Swiss, meski dengan dana siaga yang kecil.

Pemerintah Austria bahkan menyatakan kesiapannya untuk membantu maskapai Niki memulangkan penumpangnya yang masih berada di luar negeri.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X