Liput Demo Anti-Trump, Jurnalis Televisi Dihajar saat Siaran Langsung

Kompas.com - 13/12/2017, 19:54 WIB
Reporter Future Television Rabih Shantaf saat memberikan laporan langsung aksi demonstrasi di depan kedutaan besar AS di Lebanon sesaat sebelum dihajar oknum petugas keamanan. Twitter Samir Kassir Eyes via Arab NewsReporter Future Television Rabih Shantaf saat memberikan laporan langsung aksi demonstrasi di depan kedutaan besar AS di Lebanon sesaat sebelum dihajar oknum petugas keamanan.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BEIRUT, KOMPAS.com - Tindak kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melipiut aksi demonstrasi di depan kedutaan besar AS di Lebanon tertangkap kamera.

Reporter Future Television Rabih Shantaf yang sedang melakukan siaran langsung untuk melaporkan aksi demo mendadak dihampiri salah seorang anggota pasukan keamanan.

Oknum pasukan keamanan itu memerintahkan Shantaf dan rekannya untuk mematikan kamera.

Namun tak berapa lama, saat petugas keamanan membelakangi kamera, suara mendadak mati dan terlihat petugas melayangkan tongkat pukulan pada Shantaf.

Perlakuan pasukan keamanan terhadap jurnalis yang terekam video dan diunggah ke media sosial itu akhirnya tersebar dan mendapat kecaman dari para pekerja media.

"Hal ini menjadi contoh kebrutalan pasukan keamanan terhadap wartawan tanpa alasan yang sah," kata Direktur Eksekutif Pusat Kebebasan Media dan Budaya Samir Kassir Eyes Ayman Mhanna kepada Arab News.

Baca juga: Protes Pengakuan Yerusalem, Puluhan Warga Palestina Terluka

"Pria ini berdiri di dekat mobil siaran langsungnya, dia diserang dan dia bahkan tidak berada dekat dengan demonstran. Penting untuk menghormati peran jurnalis saat meliput aksi demonstrasi ini," tambahnya.

Kecaman salah satunya datang dari Reporter Tanpa Batas yang mengutuk segala bentuk intimidasi baik verbal maupun fisik  kepada jurnalis yang sedang bertugas di lapangan.

"Pasukan keamanan internal harus memberi penjelasan atas kejadian ini dan orang yang melakukan kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban," kata Pemimpin Redaksi Timur Tengah di Reporter Tanpa Batas, Alexandra El-Khazen pada Arab News.

Kecaman juga disampaikan reporter berita Yumna Fawaz melalui akun medis sosialnya yang menyebut tindakan pasukan keamanan pada jurnalis saat demonstrasi di Awkar sangat memalukan dan tak dapat diterima.

Demonstrasi yang berujung bentrokan antara pendemo dengan pasukan keamanan terjadi di depan kedutaan besar AS di Lebanon, menyusul perngakuan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga: Gedung Konsulat AS di Turki Dikepung Aksi Demonstrasi Kecam Trump



Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X