Kompas.com - 13/12/2017, 15:19 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

BEIJING, KOMPAS.com - China memperingati 80 tahun Pembantaian Nanjing pada Rabu (13/12/2017) dengan seruan untuk bergandengan dengan Jepang mewujudkan perdamaian.

Namun, dalam upacara peringatan itu, Presiden China Xin Jinping justru meminta pejabat senior untuk memberikan pidato peringatan.

Dilansir dari Japan Today, China terus mengingat pembantaian oleh pasukan Jepang yang membunuh 300.000 orang pada 1937.

Hubungan China dan Jepang, yang merupakan negara kedua dan ketiga dengan ekonomi terbesar dunia, sempat menegang karena perselisihan teritorial yang telah berlangsung lama.

Baca juga : Kebangkitan Xi Jinping, Ketika Nostalgia Kekaisaran Menyihir Asia Tenggara

Namun, dua negara tersebut berupaya memperbaiki hubungan. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Xi Jinping pernah bertemu dalam pertemuan puncak tingkat regional di Vietnam.

Berbicara mengenai peringatan Pembantaian Nanjing, Yu Zhengsheng, pemimpin dewan penasehat tinggi di China, mengatakan China dan Jepang merupakan tetangga dengan ikatan sejarah yang dalam.

"China dan Jepang harus bersama atas dasar kepentingan dasar rakyat, dengan benar memahami arah kerja sama yang damai dan bersahabat, sambil membawa sejarah sebagai cermin untuk menghadapi masa depan dan meneruskan persahabatan secara turun temurun," ucapnya.

Baca juga : Melirik Kemesraan Trump-Xi Jinping dan Implikasinya bagi Indonesia

Dalam peringatan itu, Presiden Xi terlihat menempelkan bunga putih di saku jasnya sebagai simbol duka cita. Dia terlihat berdiri di depan barisan peserta upacara, tanpa berbicara.

Merpati untuk menandakan perdamaian diterbangkan setelah Yu selesai berpidato.

Ini merupakan kali kedua Presiden Xi menghadiri acara peringatan tersebut, sejak China memulainya secara nasional pada 2014.

Saat itu, Xi menyerukan agar China dan Jepang saling menyingkirkan kebencian.

Di Tokyo, kepala sekretaris kabinet, Yoshihide Suga mengatakan pemimpin Jepang dan China telah sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan guna meningkatkan hubungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.