Masa Darurat Militer di Mindanao Diperpanjang Setahun

Kompas.com - 13/12/2017, 14:49 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri tengah) mengenakan topi dan membawa senapan, berjalan bersama anggota tentara.
VOAPresiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri tengah) mengenakan topi dan membawa senapan, berjalan bersama anggota tentara.
|
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Rabu (13/11/2017), mendapatkan persetujuan Kongres untuk memperpanjang masa darurat militer di wilayah selatan negeri itu.

Sebelumnya, Duterte meminta agar darurat militer di wilayah Mindanao diperpanjang hingga 31 Desember tahun depan.

Dia juga meminta agar aparat keamanan bisa menahan tersangka pemberontak di wilayah tersebut tanpa dakwaan. Kedua permintaan Duterte ini disetujui suara mayoritas di Senat dan DPR Filipina.

"Mosi untuk memperpanjang pemberlakuan darurat militer dan tak perlunya surat perintah penahanan disetujui," ujar Ketua DPR Pantaleon Alvarez setelah voting menunjukkan angka 240-27.


Baca juga : Duterte Minta Perpanjang Masa Darurat Militer di Selatan Filipina

Pada Mei lalu, Duterte menerapkan undnag-undang militer dan jaminan konstitusional terhadap penahanan tanpa surat perintah, di seluruh wilayah Mindanao yang berpenduduk sekitar 20 juta jiwa itu.

Darurat militer di Mindanao ditetapkan Duterte hanya beberapa jam setelah kelompok militan Islam merebut kota Marawi.

Sesuai konstitusi Filipina di tahap pertama penerapan undang-undang militer hanya bisa dilakukan maksimal selama 60 hari.

Namun, pada Juli lalu Kongres mengizinkan Duterte untuk memperpanjang darurat militer hingga 31 Desember 2017 untuk memastikan Marawi bisa direbut kembali dari kelompok bersenjata yang ingin menjadikan kota itu sebagai basis ISIS.

Setelah lima bulan baku tembak dengan lebih dari 1.100 korban jiwa, pada Oktober lalu Duterte mendeklarasikan kota Marawi sudah direbutkembali dari tangan kelompok militan.

Namun, pada Senin (11/12/2017), Duterte memperingatkan, anggota kelompok militan yang berhasil meloloskan diri kemungkinan akan kembali menggalang kekuatan.

Baca juga : Batalkan Pembicaraan Damai, Duterte Siap Perang Lawan Pemberontak?

Permintaan Duterte yang menginginkan perpanjangan darurat militer dikritik karena dikhawatirkan akan mengembalikan Filipina ke bawah kediktatoran seperti di masa pemerintahan Ferdinand Marcos.

Meski dikecam, Duterte malah mengatakan, dia bisa saja menerapkan undang-undang militer di seluruh Filipina demi menyelamatkan negeri itu dari narkoba, kriminalitas, dan terorisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X