Larang Wanita Bekerja di Ladang, Ulama Bangladesh Ditangkap

Kompas.com - 13/12/2017, 14:31 WIB
Sawah. ThinkstockSawah.
|
EditorErvan Hardoko

DHAKA, KOMPAS.com - Kepolisian Bangladesh, Rabu (13/12/2017) , mengatakan, telah menangkap seorang ulama yang menerbitkan fatwa larangan bagi perempuan bekerja di ladang.

Selain ditangkap, sang ulama dan lima pengurus masjid di kota Kumarkhali, wilayah barat Bangladesh itu juga menghadapi dakwaan lain.

Polisi mengatakan enam orang itu akan dijerat dakwaan di bawah undang-undang khusus, sebuah aturan kontroversial produk masa pemerintahan militer.

"Mereka menyampaikan fatwa itu setelah shalat Jumat pekan lalu, yang isinya melarang perempuan keluar dari rumah mereka," kata kepala kepolisian setempat Abdul Khalik kepada AFP.

Baca juga : MUI Terbitkan Fatwa Pemakaian Media Sosial, Ada 5 Hal yang Diharamkan

"Malam harinya, mereka kemudian menggunakan pengeras suara masjid untuk menyebarkan fatwa tersebut," tambah Khalik.

Meski mayoritas penduduknya beragama Islam, secara resmi Bangladesh adalah negara sekuler. Namun, di wilayah pedesaan suara para ulama ini sangat berpengaruh.

Sejak 2001, pemerintah Bangladesh sudah melarang penerbitan fatwa yang terkait masalah kemasyarakatan.

Namun, mahkamah agung Bangladesh pada 2011 menetapkan, fatwa bisa diterbitkan jika hanya berkaitan dengan masalah personal dan keagamaan serta tak melibatkan hukuman fisik bagi pelanggar.

Berbagai organisasi HAM mengkritik keputusan itu dengan alasan warga pedesaan Bangladesh yang jauh dari sistem pengadilan menggunakan fatwa untuk menjatuhkan hukuman yang tak sesuai dengan hukum negara.

Di masa lalu, sebagian besar perempuan Bangladesh memang menghabiskan waktu mereka melakukan pekerjaan rumah.

Baca juga : Fatwa Ulama Banglades: Islam Larang Pembunuhan Warga Minoritas

Namun, akibat kurangnya tenaga kerja maka jutaan perempuan kini bekerja di ladang terutama di masa panen.

Jumlah pekerja perempuan juga mencapai 80 persen dari empat juta karyawan 4.500 pabrik tekstil yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Bangladesh.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X