Kompas.com - 12/12/2017, 16:01 WIB
Mobil Kepolisian New York berjaga di depan Terminal Bus Pelabuhan Manhattan pasca-dilaporkan terjadi ledakan di sana (11/12/2017). Bryan R. Smith/AFPMobil Kepolisian New York berjaga di depan Terminal Bus Pelabuhan Manhattan pasca-dilaporkan terjadi ledakan di sana (11/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Keluarga Akayed Ullah, pelaku pengeboman Terminal Bus Pelabuhan Manhattan yang gagal Senin (11/12/2017) menyayangkan cara investigasi Kepolisian New York.

Ullah bermaksud melakukan aksi bunuh diri di terowongan penghubung terminal dengan Times Square.

Namun, bom yang direkatkan di perutnya meledak secara prematur. Membuat Ullah menderita luka bakar di perut dan tangannya.

Selain itu, tiga orang yang berada di dekat Ullah menderita luka ringan.

Albert Fox Cahn, Direktur Bidang Legal Dewan Cabang Relasi Islam sebagai perwakilan keluarga mengaku sangat sedih dengan aksi Ullah.

Baca juga : Pelaku Bom Manhattan Berniat Meledakkan Diri Setelah Melihat Poster Natal

"Hati kami sangat sedih mendengar kekerasan yang menargetkan kota ini. Terutama tuduhan yang dialamatkan kepada keluarga kami," ujar Cahn dilansir New York Post Senin (11/12/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Cahn mengkritisi langkah investigasi polisi New York yang dianggap tidak manusiawi.

Cahn mengungkapkan, dia tidak habis pikir ketika mendengar seorang bocah berusia empat tahun dibawa, dan dibiarkan kedinginan di luar.

Kemudian seorang remaja dibawa ketika tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sebuah SMP.

Remaja itu, lanjut Cahn, diinterogasi tanpa didampingi orangtua atau kuasa hukumnya.

"Fakta ini jelas tidak kami harapkan dari sistem peradilan di Amerika Serikat," tutur Cahn.

New York Post melaporkan, belum diketahui apakah dua anak itu memiliki hubungan kerabat dengan Ullah atau tidak.

Baca juga : Siapa Akayed Ullah Tersangka Pelaku Serangan New York yang Gagal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.