Kompas.com - 12/12/2017, 10:56 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


SANTA BARBARA, KOMPAS.com - Sepekan setelah Api Thomas mengamuk di California, ratusan petugas pemadam kebakaran membuat beberapa kemajuan untuk mengendalikannya, pada Senin (11/12/2017) waktu setempat.

Dilansir dari CNN, nyala api yang luasnya melebihi kota New York, sekitar 20 persen mulai padam pada Senin malam.

Namun, hanya satu dari enam titik utama kebakaran hutan yang telah menghancurkan lebih dari 1.000 bangunan. Jumlah bangunan yang hangus diperkirakan masih akan terus bertambah.

Salah seorang penduduk Montecito, di Santa Barbara, Barbara Nimmo mengatakan selama hidupnya telah menyaksikan kebakaran hutan hebat, termasuk api Zaca yang membakar lebih dari 97.000 ha pada 2007, dan di Romero Canyon lebih dari 40 tahun lalu.

Baca juga : Kebakaran di California Meluas hingga Seukuran Kota New York

"Saya hanya hancur total, ini yang terburuk yang pernah saya lihat," katanya.

Penduduk lainnya, Antonio Wong telah kehilangan dua rumahnya dalam dua insiden kebakaran hutan yang berbeda di Calofornia.

Sebelumnya, dia dan keluarganya harus menyaksikan rumahnya hancur akibat kebakaran hutan di Santa Rosa, pada Oktober lalu.

Beberapa pekan setelahnya, Wong masih membereskan sisa-sisa rumah yang hangus itu. Tapi, rumahnya yang lain di Ventura, yang disewakan pada anggota militer, terbakar pekan lalu.

Baca juga : Dampak dari Kebakaran di LA, 200.000 Penduduk Dievakuasi

"Saya masih menghadapi dampak kebakaran di sini. Saya harus melakukan banyak hal untuk membangun kembali rumah di sini, tapi untuk membangun lagi rumah yang lain secara bersamaan tentu akan berat," katanya.

Seperti diketahui, Api Thomas telah melalap lebih dari 93.000 ha lahan, menjadikannya sebagai kebakaran terbesar kelima dalam sejarah modern California.

Nyala api memang lebih baik dibanding akhir pekan lalu, tapi angin kencang diperkirakan akan menimpa wilayah itu pada tengah pekan ini.

Ventura County dan beberapa daerah di sekitarnya dikelilingi api hingga Selasa ini. Temperatur udara diperkirakan berada di atas 80 derajat selama sepekan karena kelembaban udara yang rendah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.