Wali Kota New York: Teroris Tidak Akan Menang

Kompas.com - 12/12/2017, 09:14 WIB
Gubernur New York Andrew Cuomo, Komisaris Polisi Kota New York James ONeill, dan Wali Kota New York Bill de Blasio mengadakan konferensi pers di luar Terminal Bus New York Port Authority, Senin (11/12/2017) di New York City, Amerika serikat. (AFP/Drew Angerer) Gubernur New York Andrew Cuomo, Komisaris Polisi Kota New York James ONeill, dan Wali Kota New York Bill de Blasio mengadakan konferensi pers di luar Terminal Bus New York Port Authority, Senin (11/12/2017) di New York City, Amerika serikat. (AFP/Drew Angerer)
|
EditorVeronika Yasinta


NEW YORK, KOMPAS.com — Polisi menahan seorang pria yang melakukan percobaan serangan teror di sebuah stasiun bawah tanah, di bawah terminal bus, di New York, Amerika Serikat, Senin (11/11/2017) pagi waktu setempat.

"Teroris tidak akan menang," ucap Wali Kota New York Bill de Blasio setelah sebuah ledakan mengguncang kotanya saat keramaian orang memadati pusat transportasi.

Pelakunya, Akayed Ullah, seorang pria berusia 27 tahun, merupakan imigran asal Bangladesh.

Dia menderita sejumlah luka akibat ledakan bom pipa berteknologi rendah buatannya sendiri yang diikatkan ke tubuhnya.


Baca juga: Polisi New York: Terduga Pelaku Pengeboman Berasal dari Bangladesh

Tiga orang mengalami luka ringan ketika bom itu meledak di jalan stasiun bawah tanah.

Dalam foto yang beredar di sosial media, tampak seorang pria terkapar di jalan dengan bajunya yang robek dan terkoyak.

De Blasio meyakini dia sebagai satu-satunya pelaku dalam serangan itu.

Lalu, siapakah Ullah?

Akayed Ullah, meledakkan sebuah bom pipa buatan sendiri yang diikatkan ke tubuhnya, di stasiun kereta bawah tanah, di New York, Amerika Serikat, melukai tiga orang. (AFP) Akayed Ullah, meledakkan sebuah bom pipa buatan sendiri yang diikatkan ke tubuhnya, di stasiun kereta bawah tanah, di New York, Amerika Serikat, melukai tiga orang. (AFP)
Dilansir dari BBC, rumah pelaku yang berada di wilayah terpadat di New York, Brooklyn, kini sedang dicari petugas.

Dia bekerja di perusahaan listrik. Ullah memilih pindah ke AS dengan menggunakan visa keluarga pada 2011.

Pemerintah Bangladesh mengklaim Ullah tak memiliki catatan kriminal di negara asalnya yang dikunjungi terakhir olehnya pada September.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menyatakan, permintaan Presiden AS Donald Trump terkait pembersihan imigran yang berbahaya telah dilakukan.

Menurut dia, Ullah tidak akan pernah diizinkan masuk ke AS.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X