Kompas.com - 11/12/2017, 18:18 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON, KOMPAS.com - Keputusan presiden dan warga Palestina yang menolak bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence disebut justru menjauhkan peluang membahas masa depan wilayah negara tersebut.

Kritikan tersebut disampaikan Sekretaris Press untuk Wapres AS, Alyssa Farah pada Minggu (10/12/2017).

"Pemerintah AS tidak akan terpengaruh dan akan tetap berupaya mencapai perdamaian antara Israel dengan Palestina," kata Farah dilaporkan Jerusalem Post.

Sebelumnya pada Sabtu (9/12/2017), Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui ajudannya mengatakan tidak ada rencana menggelar pertemuan dengan wapres AS menyusul pengakuan kontrovesial soal Yerusalem.

Baca juga: PM Israel Minta Rakyat Palestina Menerima Keputusan Trump

"Tidak akan ada pertemuan dengan wapres AS di Palestina. Mereka sudah melewati batas dengan membuat pengakuan terhadap Yerusalem," kata Penasihat Diplomatik Palestina Majdi al-Khaldi kepada AFP.

Gedung Putih pada Kamis (7/12/2017) telah memperingatkan pembatalan pertemuan yang semula dijadwalkan pada akhir Desember ini di Tepi Barat justru akan menjadi kontraproduktif.

Namun menurut Gedung Putih, Presiden Abbas sedang berada di bawah tekanan domestik sehingga menghindari pertemuan dengan AS.

Sebelumnya, petinggi senior di partai Fatah, Jibril Rajoub mengatakan bahwa Wakil Presiden AS tidak akan diterima di Palestina.

Baca juga: Presiden Palestina Tolak Bertemu Wakil Presiden AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.