Kompas.com - 11/12/2017, 13:21 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu balas menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai orang yang tak pantas menceramahi soal moralitas. GALI TIBBON / AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu balas menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai orang yang tak pantas menceramahi soal moralitas.
|
EditorAgni Vidya Perdana

PARIS, KOMPAS.com - Pernyataan keras dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut Israel sebagai negara teroris mendapat kecaman dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Hanya berselang jam setelah pernyataan Presiden Erdogan, PM Israel yang sedang dalam kunjungan ke Paris, Perancis balas menyebut Erdogan tak pantas berkomentar soal teroris.

Dalam kesempatan konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, Netanyahu menyebut Erdogan bukan sosok yang pantas menceramahinya soal moralitas.

"Saya tidak biasa menerima ceramah soal moralitas dari seorang pemimpin yang membom penduduk desa Kurdi di negara asalnya, yang memenjarakan wartawan, yang membantu Iran mengatasi sanksi internasional."

Baca juga: Presiden Turki Sebut Israel sebagai Negara Teroris

"Dan siapa yang membantu teroris, termasuk di Gaza, membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Bukan orang yang berhak menceramahi kami," kata dia dikutip dari AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komentar tersebut juga langsung mendapat balasan dari juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin yang mengatakan, Israel sebaiknya segera mengakhiri kependudukan di wilayah Palestina daripada mengomentari pemimpin negara lain.

"Daripada membawa-bawa negara dan pemimpin kami, akan lebih baik jika Israel segera mengakhiri pendudukannya di atas wilayah Palestina," kata Kalin.

Hubungan diplomatik kedua negara dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya mulai kembali terjalin. Namun Erdogan terus membela Palestina dan mengritik kebijakan Israel.

Erdogan bahkan sempat mengancam akan kembali memutus hubungan diplomatiknya dengan Israel, menyusul pengakuan AS terhadap Yerusalem sebaga ibu kota Israel.

Baca juga: Turki Ancam Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.