Presiden Turki Sebut Israel sebagai Negara Teroris

Kompas.com - 10/12/2017, 20:35 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melambaikan tangan kepada pendukungnya saat berpidato di Sivas, Minggu (10/12/2017). YASIN BULBUL / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan melambaikan tangan kepada pendukungnya saat berpidato di Sivas, Minggu (10/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

ANKARA, KOMPAS.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan Israel sebagai negara teroris dan berjanji akan mengerahkan segenap kekuatan untuk melawan pengakuan AS terhadap Yerusalem.

Presiden Erdogan menyampaikan hal itu dalam pidato di pusat kota Sivas pada Minggu (10/12/2017).

"Palestina adalah korban yang tidak berdosa, sedangkan Israel adalah negara teroris. Ya! Teroris!" kata Erdogan menegaskan.

"Kita tidak akan pernah meninggalkan Yerusalem kepada negara yang telah membunuh anak-anak," tambahnya seperti dilansir AFP.

Baca juga: Turki Ancam Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel

Pidato tersebut disampaikan Erdogan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pengakuan yang memicu kemarahan orang-orang Palestina dan juga negara-negara lain di dunia, terutama negara Islam dan Arab.

Setidaknya empat warga Palestina telah menjadi korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat kekerasan yang menyusul pengakuan AS tersebut.

Roket ditembakkan dari Gaza dan pesawat tempur Israel melakukan serangan ke wilayah tersebut.

Sebelumnya, Erdogan menggambarkan status Yerusalem sebagai garis merah untuk kaum Muslim. Dia pun menyebut pernyataan Trump dapat batal demi hukum.

Presiden Turki yang juga menempati posisi sebagai ketua Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengagendakan pertemuan pada Rabu (13/12/2017).

Baca juga: Gedung Konsulat AS di Turki Dikepung Aksi Demonstrasi Kecam Trump



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X