Kompas.com - 10/12/2017, 18:37 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

KAIRO, Kompas.com - Negara-negara di kawasan Arab kompak mendesak kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatalkan pernyataannya terkait Yerusalem.

Mereka pun menyebut keputusan Presiden AS yang ingin memindahkan kantor kedutaan ke Yerusalem sebagai pelanggaran yang membahayakan hukum internasional.

"Keputusan AS tidak memiliki kekuatan hukum dan hanya menambah ketegangan, menyulut kemarahan dan ancaman lebih banyak wilayah jatuh dalam kekerasan dan kekacauan," demikian pernyataan dari Liga Arab dikutip Express, Minggu (10/12/2017).

Baca juga: Liga Arab: Pengakuan AS Terkait Yerusalem Bisa Picu Kekerasan

Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil mengajak kepada negara-negara Arab untuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi ekonomi kepada AS.

"Langkah pencegahan harus diambil. Dimulai dengan tindakan diplomatik, lalu politik, kemudian bisa ditingkatkan pada sanksi ekonomi dan keuangan," kata Bassil.

Liga Arab berjanji bakal mendesak PBB untuk menolak langkah Trump dalam sebuah resolusi dari Dewan Keamanan.

Status Yerusalem telah menjadi salah satu hambatan terbesar dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya. Orang-orang Palestina menginginkan bagian timur kota sebagai ibu kota negara merdeka masa depan mereka sendiri.

Presiden Trump telah mengambil keputusan untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota sengketa itu.

Baca juga : Pertemuan Liga Arab Serukan Persatuan dan Konfrontasi Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.