Serangan Udara Koalisi Arab Saudi Sasar Televisi Houthi, 4 Orang Tewas

Kompas.com - 10/12/2017, 05:15 WIB
Seorang pejuang Houthi mengamati gedung televisi Al-Masirah yang hancur akibat serangan udara Arab Saudi dan sekutunya. Serangan tersebut menewaskan empat penjaga yang tengah tertidur (9/12/2017). Mohammed HUWAIS/AFPSeorang pejuang Houthi mengamati gedung televisi Al-Masirah yang hancur akibat serangan udara Arab Saudi dan sekutunya. Serangan tersebut menewaskan empat penjaga yang tengah tertidur (9/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

SANA'A, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Houthi menyatakan, Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap stasiun televisi di Yaman yang mereka kuasai.

Dilansir kantor berita AFP Sabtu (9/12/2017), serangan ke televisi Al-Masirah menewaskan empat orang yang merupakan penjaga di gedung itu.

Kepala penjaga, yang terluka namun selamat menceritakan, serangan itu terjadi ketika dia dan anak buahnya tengah tertidur nyenyak.

"Ini bukan pos militer, dan jelas tidak ada senjata di sini. Di sini hanyalah gedung tempat penjaga tidur," kecam kepala penjaga tersebut.

AFP memberitakan, sejauh ini belum ada komentar baik dari Riyadh maupun koalisinya.

Baca juga : Houthi: Mantan Presiden Yaman Dibunuh karena Berkhianat

Tensi di Yaman meningkat sejak Houthi mengumumkan telah membunuh mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh Senin (4/12/2017).

Saleh terbunuh dengan luka tembak di kepala ketika disergap oleh Houthi saat keluar dari rumahnya di Sana'a.

Houthi menyatakan, Saleh dibunuh karena dianggap berkhianat dengan mendukung serangan Saudi dan koalisinya.

Padahal, Saleh dikenal sebagai sekutu dekat Houthi selama tiga tahun terakhir.

Lebih dari 8.750 orang tewas sejak Saudi dan koalisinya melancarkan operasi militer terhadap Houthi pada 2015. PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk yang pernah ada.

Serangan Saudi dan koalisinya menyasar markas, maupun kantor pemerintah yang diduduki oleh Houthi.

Sabtu pekan lalu (2/12/2017), Houthi menyerbu kantor televisi Yaman, Al Youm, dan menyandera 41 jurnalisnya.

Tiga petugas keamanan setempat terluka dalam serangan tersebut.

Kepala rubrik Timur Tengah RSF, Alexandra El Kahzen, mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan, dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap perlindungan jurnalis sesuai Konvensi Jenewa.

Baca juga : Demi Kuasai Saluran TV, 41 Jurnalis Disandera Houthi di Yaman

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X