Kompas.com - 09/12/2017, 19:45 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Organisasi kemanusiaan dunia mengancam bakal memboikot segala bentuk kegiatan kemanusiaan di Myanmar pasca-mendengar kabar terbaru mengenai masa depan etnis Rohingya.

Sebelumnya, pada 23 November, Myanmar dan Bangladesh menandatangani nota kesepahaman mengenai pemulangan Rohingya.

Sejak Myanmar menggelar operasi militer 25 Agustus, 620.000 warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Mereka mengungsi di kamp Kutupalong, kamp pengungsi terbesar di Distrik Cox's Bazaar.

Dalam nota kesepahaman tersebut, Bangladesh dan Myanmar berjanji bakal melakukan proses pemulangan Rohingya selama dua bulan ke depan.

Baca juga : Dijual, Perempuan Rohingya Jadi Budak Seks di Bangladesh

Namun, dalam keterangan persnya, pemerintah Bangladesh menyatakan para pengungsi Rohingya bakal ditempatkan di penampungan sementara di negara bagian Rakhine.

Dalam pernyataan bersama organisasi kemanusiaan dunia, seperti dilansir AFP Sabtu (9/12/2017), mereka begitu fokus pada isu Rohingya yang dibawa ke penampungan sementara.

Organisasi kemanusiaan sangat khawatir. Sebab, mereka berkaca dari kasus 100.000 etnis Rohingya yang menghuni kamp penampungan yang sangat kumuh sejak 2012.

Organisasi seperti Save the Children dan Oxfam menuntut pemerintahan Aung San Suu Kyi agar mengizinkan Rohingya kembali ke tempat tinggal asal mereka.

"Tidak boleh ada bentuk kamp pengungsian lagi. Jika mereka (Myanmar) nekat membawa Rohingya ke sana, kami dari organisasi kemanusiaan tidak akan bekerja di sana," demikian pernyataan bersama itu disuarakan.

Sejak Undang-undang Kewarganegaraan Myanmar mengalami perubahan pada 1982, Rohingya tidak diakui sebagai etnis Myanmar.

Mereka dianggap Bengalis, atau imigran ilegal asal Bangladesh.

Baca juga : Akhirnya, Paus Fransiskus Ucapkan Rohingya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.