Senjata Milik AS Ini Diklaim Dapat Lumpuhkan Rudal Korea Utara

Kompas.com - 08/12/2017, 14:03 WIB
Lintasan jelajah rudal Korut yang melewati Hokkaido, Jepang, Selasa (29/8/2017) pagi. Pada Jumat (15/9/2017), Korut kembali menembakkan rudalnya melewati Hokkaido yang membuat warga panik. The IndependentLintasan jelajah rudal Korut yang melewati Hokkaido, Jepang, Selasa (29/8/2017) pagi. Pada Jumat (15/9/2017), Korut kembali menembakkan rudalnya melewati Hokkaido yang membuat warga panik.
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara agresif terus mengembangkan misil yang bisa mencapai daratan Amerika Serikat.

Tantangan tersebut harus dihadapi pemerintah AS. Sebuah laboratorium militer di New Mexico menjadi jawaban atas tantangan tersebut.

Dilansir dari CNN, Kamis (7/12/2017), laboratorium militer tersebut pernah mengembangkan senjata baru bernama CHAMP, sebuah proyek pengembangan rudal terdepan dengan gelombang pendek berkekuatan listrik tinggi.

Juru bicara badan laboratorium penelitian Angkatan Udara AS, James Fisher, mengatakan senjata gelombang pendek berkekuatan tinggi diyakini dapat dikirim melalui rudal jelajah udara.


Baca juga : Uji Coba Rudal Korea Utara Ancam Keselamatan Penerbangan Komersial

Menurutnya, rudal jelajah dengan sistem CHAMP dapat terbang ke wilayah udara musuh di ketinggian yang rendah. Kemudian, mengirimkan getaran kuat berupa energi elektromagnetik.

Dengan begitu, sistem komando dan kontrol elektronik musuh akan macet. Namun, para analis menilai rudal jelajah tersebut dapat jatuh dan turun di laut.

Fisher menyatakan Angkatan Udara AS pernah menguji coba sistem CHAMP pada 2012, di Utah, Delaware.

Namun, Angkatan Udara AS menyatakan CHAMP tidak dikembangkan secara khusus untuk menghadapi ancaman Korea Utara.

Baca juga : AS: Jika Terjadi Perang, Korea Utara Akan Hancur Lebur

Namun, David Deptula, yang pernah mengepalai intelijen Angkatan Udara AS, meyakini senjata tersebut efektif untuk melawan serangan Korea Utara.

Pensiunan intelijen Angkatan Udara AS, Kolonel Cedric Leighton pernah menyatakan, CHAMP bisa membalikkan keadaan terhadap ancaman Korut.

"Senjata itu dapat berguna untuk menghadapi ancaman Korea Utara karena tidak memerlukan pasukan yang bergerilya di darat," ucapnya.

Baca juga : Misil Terbaru Korea Utara Bisa Menjangkau Washington DC

Dia menuturkan CHAMP tidak membutuhkan pasukan khusus operasi militer, sehingga tidak memerlukan serangan bom kinetis.

"Intinya, tidak ada satu orang pun di pihak musuh yang akan kehilangan nyawa," ucapnya.

Leighton berpendapat sistem CHAMP bisa melumpukan rudal Korea Utara di landasan peluncuran, maupun ketika sudah meluncur di udara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X