Kompas.com - 07/12/2017, 19:29 WIB
Pejuang milisi di Irak mengangkat bendera Irak usai memenangi sebuah operasi melawan ISIS di Tal Afar. AHMAD AL-RUBAYE / AFPPejuang milisi di Irak mengangkat bendera Irak usai memenangi sebuah operasi melawan ISIS di Tal Afar.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BAGHDAD, KOMPAS.com - Tentara Amerika Serikat yang ada di Irak terancam menjadi target serangan oleh kelompok milisi.

Hal tersebut menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang telah mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Kamis (7/12/2017).

Serangan terhadap tentara AS akan menjadi bentuk balasan atas pernyataan Trump.

"Keputusan Trump tentang Al-Quds (Jerusalem) telah menjadikan sah untuk menyerang pasukan Amerika di Irak," kata kepala milisi Al-Nojaba, Akram al-Kaabi dalam pernyataannya, dikutip AFP.

Baca juga: Muncul Seruan Pengusiran Tentara AS dari Irak, Ada Apa?

Kelompok milisi Al-Nojaba yang dibentuk pada 2013 dan mendapat dukungan dari Pasukan Revolusi Iran saat ini memiliki sekitar 1.500 pejuang.

Kelompok milisi ini merupakan bagian dari pasukan penolong Hashed al-Shaabi yang juga telah berjuang bersama tentara dalam membasmi kelompok teroris ISIS di Irak.

Namun langkah Trump telah mengakhiri kebijakan penuh kehati-hatian yang diterapkan AS selama puluhan tahun dan telah memicu badai kecaman di seluruh dunia, baik dari sekutu AS maupun musuh internasionalnya.

Sebelumnya, Iran juga menyatakan kecaman terhadap keputusan Trump yang dipandang sebagai tindak provokatif dan tidak bijaksana.

Teheran memperingatkan keputusan tersebut dapat merugikan umat Islam dan membangkitkan intifada baru di Palestina.

Tentara AS di Irak dilaporkan berjumlah ribuan. Mereka adalah pasukan yang dikirim AS untuk membantu dalam memerangi kelompok ISIS.

Pernyataan resmi Pentagon mengatakan sebanyak 5.262 personilnya ada di Irak, namun informasi dari militer AS ada sebanyak hampir 9.000 tentaranya ada di Irak.

Baca juga: Delapan Negara Desak Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Jerusalem

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.