Kompas.com - 07/12/2017, 15:37 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di markas besar PBB di New York, Rabu (6/12/2017). STEPHANIE KEITH / AFPSekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di markas besar PBB di New York, Rabu (6/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW YORK, KOMPAS.com - Delapan negara, yakni Inggris, Perancis, Italia, Swedia, Mesir, Uruguay, Senegal, dan Bolivia, mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk menggelar pertemuan darurat.

Sesi pertemuan yang diagendakan dilangsungkan pada Jumat (8/12/2017) itu akan membahas keputusan Presiden AS Donald Trump yang baru saja menyatakan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain meminta dilakukan pertemuan, kedelapan negara tersebut juga meminta kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memberikan pernyataannya.

Baca juga: Indonesia Galang Dukungan OKI Menentang Kebijakan Trump atas Yerusalem

Usai pernyataan dari Trump, Guterres mengatakan status final Yerusalem hanya bisa diselesaikan melalui perundingan langsung antara Israel dengan Palestina.

"Saya selalu konsisten berbicara menentang tindakan sepihak. Tidak ada alternatif solusi untuk kedua negara," kata Guterres dilansir AFP.

Duta Besar Bolivia untuk PBB Sacha Sergio Llorenty Soliz menyebut kpeutusan Trump sebagai tindakan ceroboh dan berbahaya yang bertentangan dengan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan.

"Ini adalah ancaman bukan hanya untuk proses perdamaian (Timur Tengah), tetapi juga ancaman untuk keamanan dan perdamaian internasional," kata Sacha.

Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 yang disetujui pada Desember 2016 menggarisbawahi tidak akan mengakui adanya perubahan pada sejumlah hal, salah satunya mengenai Yerusalem, selain yang disetujui melalui negosiasi.

Namun ketika itu, mantan presiden AS Barack Obama tidak ikut melakukan voting mempersilakan disetujuinya resolusi tersebut.

Baca juga: Jokowi Minta PBB Segera Bersidang Sikapi Kebijakan Trump soal Yerusalem



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X