Kompas.com - 06/12/2017, 22:55 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah kota Tokyo akan menggelar latihan evakuasi dan simulasi serangan nuklir menyusul meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Surat kabar Sankei Shimbun melaporkan, serangkaian latihan akan dilangsungkan antara bulan Januari hingga Maret 2018.

Hal tersebut sebagai persiapan untuk menghadapi potensi terjadinya serangan misil dari Korea Utara setelah sebelumnya Pyongyang kembali melakukan uji coba misil antar-benua.

Baca juga: Daerah di Jepang Gelar Latihan Penyelamatan Sebagai Antisipasi Korut

Dilaporkan, latihan tersebut juga akan menjadi yang pertama kali dilangsungkan di kota besar di Jepang sebagai persiapan menghadapi sebuah serangan.

Latihan serupa sebenarnya sudah kerap dan rutin dilakukan kota-kota kecil di daerah dengan membunyikan sirine tanda bahaya dan warga bergegas menuju tempat perlindungan.

Sebelumnya, pemerintah di kota besar selalu menolak untuk melakukan latihan simulasi serupa dengan alasan akan membuat masyarakat cemas.

Perdana Menteri Shinzo Abe juga telah memerintahkan kepada pemerintah di daerah untuk mengecek fasilitas penyelamatan dan bangunan bawah tanah di wilayah mereka.

Banyak warga Jepang meyakini latihan evakuasi sebagai langkah bijak menghadapi ancaman bencana.

Salah satunya Ken Kato, aktivis hak asasi manusia yang tinggal di Tokyo. Dia percaya ancaman serangan misil nyata dan dapat terjadi kapan pun.

"Latihan evakuasi adalah tindakan pencegahan yang dapat membantu meminimalkan korban. Dengan cara yang sama seperti kita berlatih menghadapi gempa besar."

"Dan jika perang pecah maka saya pikir tak terelakkan Korea Utara akan menargetkan Tokyo," kata Kato pada The Telegraph.

Hampir 9,3 juta orang tinggal di Tokyo. Jumlah itu belum termasuk jutaan orang lain yang berangkat dari luar kota untuk bekerja di ibu kota setiap harinya.

Baca juga: Korut Nyalakan Sirine Penanda Serangan Udara sebagai Latihan Evakuasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.