Paket Bom Pasar Natal Jerman Dipastikan Bermotif Pemerasan

Kompas.com - 06/12/2017, 17:57 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere (tengah) meninjau pasar Natal di Berlin. JOHN MACDOUGALL / AFPMenteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere (tengah) meninjau pasar Natal di Berlin.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BERLIN, KOMPAS.com - Sebuah paket 'bom' memaksa dilakukan evakuasi di pasar Natal di Jerman pada pekan lalu. Pengiriman paket tersebut dipastikan bertujuan sebagai pemerasan.

Dilaporkan media lokal pada Rabu (6/12/2017), paket tersebut datang bersama dengan sebuah pesan berbahasa Jerman.

Pengirim menuntut sejumlah uang dengan nilai 10 juta Euro (sekitar Rp 160 miliar) yang dibayarkan dalam bentuk mata uang virtual, Bitcoin dan dikirimkan ke alamat rekening yang sudah dicetak dalam kode batang matriks.

Baca juga: Pasar Natal di Jerman Dievakuasi Setelah Adanya Paket Diduga Bom

Tuntutan pembayaran tersebut ditujukan kepada jasa pengiriman internasional, DHL. Demikian dilaporkan media harian Bild dikutip AFP.

Paket 'bom' tersebut berisi bubuk kembang api, paku dan sekrup tersebut diterima sebuah apotek yang berlokasi dekat dengan pasar Natal pada Jumat pekan lalu.

Saat dibuka, paket tersebut mengeluarkan bunyi mendesis namun 'gagal' meledak.

Meski tak terjadi ledakan, namun kepolisian tetap memerintahkan dilakukan pengosongan dan mengevakuasi pengunjung dari pasar yang ramai di kota Potsdam yang berdekatan dengan ibu kota.

Langkah antisipasi itu dilakukan mengingat serangan teror tahun lalu yang terjadi di pasar Natal Berlin yang menewaskan 12 orang.

Kepolisian juga melakukan pencarian tersangka di sekitar Berlin maupun negara bagian Brandenburg.

Dugaan tersebut diperkuat laporan adanya paket serupa yang terbakar saat dibuka dan dikirim ke kota lain di wilayah timur. Diduga paket itu dikirimkan oleh orang yang sama.

Pengirim juga mengancam akan mengirimkan lebih banyak paket berbahaya menjelang perayaan Natal, kecuali tuntutannya dipenuhi.

Polisi pun memperingatkan warga Jerman agar tetap waspada.

Baca juga: Diserang Teror Tahun Lalu, Pasar Natal Jerman Dijaga Ketat



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X