Afrika Selatan Usut Dugaan Korupsi Pemakaman Nelson Mandela - Kompas.com

Afrika Selatan Usut Dugaan Korupsi Pemakaman Nelson Mandela

Kompas.com - 05/12/2017, 13:02 WIB
Safia Khadaffy dan Nelson Mandela di Cape Town, Afrika Selatan.Reuters Safia Khadaffy dan Nelson Mandela di Cape Town, Afrika Selatan.

CAPE TOWN, KOMPAS.com - Lembaga pengawas korupsi Afrika Selatan bakal menggelar investigasi terkait dugaan korupsi saat pemakaman mantan Presiden Nelson Mandela.

Mandela, yang dikenal sebagai tokoh anti-penjajahan Afrika, meninggal di Johannesburg pada 5 Desember 2013.

Dia dikebumikan di tanah kelahirannya di Qunu, Eastern Cape.

Menurut laporan lembaga pengawas korupsi Afrika Selatan, Public Protector, diwartakan BBC Senin (4/12/2017), pemerintah menganggarkan 300 juta rand Afrika Selatan. Jumlah itu sekitar Rp 299,62 miliar.

Dana itu sejatinya bakal digunakan untuk sanitasi, membersihkan sekolah yang terkena lumpur, dan memperbaiki rumah sakit.

Namun, dalam laporan setebal 300 halaman, pemerintah Eastern Cape malah membelanjakan uang itu untuk pengadaan T-Shirt seharga 24 dolar AS, sekitar Rp 324.000.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Resmi Menjadi Presiden Afsel

Dugaan akan adanya penyelewengan dana itu mulai tercium sebulan pasca-pemakaman Mandel.

Kini, empat tahun berlalu, kejaksaan mendesak pemerintahan Presiden Jacob Zuma agar membentuk satuan investigator khusus untuk menyelidiki kasus ini.

Pemerintah Eastern Cape dianggap sengaja menggelembungkan harga, melanggar regulasi, dan sengaja mengambil keuntungan dari pemakaman Mandela.

Anggota Public Protector, Busi Mkhwebane, menyebut kasus ini sangatlah mengerikan.

"Sangat menjijikan menggunakan pemakaman sebagai sarana mengeruk untung," kecam Mkhwebane dilansir South Africa's Mail and Guardian via BBC.

Mkhwebane melanjutkan, yang membuat dirinya lebih fokus pada kasus ini dikarenakan adanya keterlibatan partai penguasa Afrika Selatan saat ini, ANC.

Dalam laporan, ditemukan surat dengan kop berlogo ANC. Surat itu berisi instruksi kepada pemerintah Eastern Cape tentang cara membelanjakan dana tersebut.

'Sejumlah uang telah dibayarkan. Namun, tidak ada timbal balik yang diterima masyarakat," keluh Mkhwebane dilansir dari South Africa's EyeWitness.

Mkhwebane berharap, siapa pun pelakunya dapat segera tertangkap.

Ini bukan pertama kali terjadi skandal dalam pemakaman Mandela.

Saat acara mengenang Mandela, seorang penerjemah harus dilarikan ke rumah sakit setelah melontarkan gestur nyeleneh saat mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, memberikan pidato.

Thamsanqa Jantjie, penerjemah itu, mengaku mengalami schizophrenia saat menjalankan tugasnya.

Baca juga : Ditemukan, Cuplikan Video Kuno Wawancara Pertama Kali Mandela di TV


EditorArdi Priyatno Utomo
SumberBBC
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X