Remaja di Inggris Disiksa agar Mengaku "Gay"

Kompas.com - 05/12/2017, 12:22 WIB
Gambar yang diduga pelaku penyiksaan seorang remaja di kereta bawah tanah London, Inggris. Pelaku menyiksa remaja 19 tahun itu agar dia mengaku, dan meminta maaf karena sudah menjadi gay British Tranportation PoliceGambar yang diduga pelaku penyiksaan seorang remaja di kereta bawah tanah London, Inggris. Pelaku menyiksa remaja 19 tahun itu agar dia mengaku, dan meminta maaf karena sudah menjadi gay
|
EditorArdi Priyatno Utomo

LONDON, KOMPAS.com — Seorang remaja dilaporkan mengalami siksaan ketika tengah menaiki kereta bawah tanah London, Inggris.

Dilaporkan Sky News, Selasa (5/12/2017), insiden ini terjadi di kereta jurusan West Ham dan North Greenwich pada 21 Oktober.

Awalnya, korban dan temannya menaiki kereta pada pukul 11.10 waktu setempat.

Mereka hendak menghadiri sebuah acara ketika dua orang tak dikenal menghampiri mereka dari Stasiun West Ham.

Pelaku pertama tiba-tiba menarik remaja yang masih berusia 19 tahun itu dari kursinya. Lehernya dicekik sembari diikat.

Baca juga: Turki Larang Film "Gay" Berbahasa Jerman Diputar di Ankara

Pelaku kedua mengambil telepon genggam si korban dan melontarkan kata-kata hinaan kepadanya.

Pelaku kedua menyuruh si remaja agar mengakui dan meminta maaf karena menjadi gay. Jika tidak, mereka akan menusuknya.

Korban yang kesulitan bernapas terpaksa melakukannya sambil terbata-bata. Kedua pelaku itu kemudian melepaskan korban dan mengembalikan telepon genggamnya.

Namun, perkelahian pecah antara kedua pelaku dan teman si korban. Seorang perempuan berusia 25 tahun dilaporkan mengalami luka-luka setelah terpukul dan jatuh karena terdorong.

Setelah itu, kedua pelaku melarikan diri di pemberhentian North Greenwich.

Kepolisian Transportasi Inggris (BTP) menyatakan, mereka tidak akan menoleransi ujaran kebencian yang ada dalam moda transportasi apa pun.

"Setiap warga berhak mendapat perjalanan yang nyaman dan aman," ujar juru bicara BTP.

BTP kemudian merilis gambar dua orang yang diklaim sebagai pelaku penyiksaan.

"Kami tidak akan menoleransi perilaku yang bisa membuat perjalanan seseorang menjadi tidak nyaman," kata BTP kembali.

Baca juga: Seorang Ayah di AS Menembak Mati Anaknya karena "Gay"

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X