Mantan Presiden Yaman Dikabarkan Terbunuh dalam Pertempuran di Sanaa

Kompas.com - 04/12/2017, 21:59 WIB
Mantan Presiden Yaman Al Abdullah Saleh yang dikabarkan tewas dalam penyerbuan pasukan milisi di Sanaa. The IndependentMantan Presiden Yaman Al Abdullah Saleh yang dikabarkan tewas dalam penyerbuan pasukan milisi di Sanaa.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SANAA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dikabarkan menjadi salah satu korban tewas dalam penyerangan di ibu kota Yaman, Sanaa.

Kabar tersebut berhembus menyusul sebuah video yang menampilkan sosok jasad yang diduga Saleh beredar luas di dunia maya pada Senin (4/12/2017).

Sebelumnya, pasukan pemberontak Houthi telah menyerbu kediaman Saleh di Sanaa dan mendapat serangan udara dari pasukan koalisi Arab Saudi.

Baca juga: Bentrokan Pecah di Yaman, Gedung Kedubes Iran Terbakar

Dalam rekaman yang belum diverifikasi tersebut, anggota milisi bersenjata terlihat membentangkan kain yang berisi jenazah yang diduga mantan presiden Yaman.

Kabar terbunuhnya Saleh juga disiarkan oleh stasiun radio kementerian luar negeri yang telah dikuasai pemberontak Houthi.

Rekaman video yang diperoleh AFP dari pasukan pemberontak dan juga telah tersebar luas di dunia maya, menunjukkan sesosok jenazah yang diduga mantan presiden Saleh. Jenazah itu kemudian diangkut ke atas sebuah truk.

Namun kabar tersebut belum dibenarkan oleh partai Kongres Rakyat Umum yang menjadi pendukung Saleh. Meski juga tidak membantahnya.

"Kementerian Dalam Negeri mengumumkan akhir dari krisis milisi dan pembunuhan pemimpin mereka dan juga sejumlah pendukungnya," kata penyiar di televisi resmi pemberontak Al-Masirah.

Saleh, tokoh penting di Yaman yang telah memerintah selama 33 tahun akhirnya digulingkan pada 2012.

Dikabarkan sebelumnya, Saleh telah mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pemberontak Houthi. Pernyataan itu memicu pembalasan dari pemberontak.

Saleh bergabung dengan pemberontak sejak 2014 demi mendorong pemerintahan yang didukung Saudi keluar dari ibu kota.

Dia lantas membentuk pemerintahan paralel di mana pemberontak kini mengendalikan Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Pesawat Bantuan Medis dan Obat-obatan Akhirnya Mendarat di Yaman

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X