Inggris Tangguhkan Program Bantuan ke Suriah yang Dituduh Biayai Teroris

Kompas.com - 04/12/2017, 18:36 WIB
Tentara dari Pasukan Pembebas Suriah dalam pertempuran melawan teroris ISIS di utara Aleppo, Oktober 2016. AFP via ArabnewsTentara dari Pasukan Pembebas Suriah dalam pertempuran melawan teroris ISIS di utara Aleppo, Oktober 2016.
|
EditorAgni Vidya Perdana

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris memutuskan untuk menangguhkan program bantuan utama kepada Suriah menyusul investigasi yang mengungkap sebagian dana mengalir ke ekstremis.

Kementerian Luar Negeri Inggris telah menjadi kontributor utama untuk program dukungan polisi komunitas di Suriah, Akses Keadilan dan Keamanan Masyarakat ( AJACS).

Namun, program televisi BBC Panorama yang tayang setiap Senin malam menampilkan bagaimana anggota Polisi Pembebasan Suriah (FSP) yang didanai Inggris, terlihat bekerja sama dengan kelompok teroris yang mengadili, melakukan penyiksaan dan eksekusi.

Baca juga: AS Tarik 400 Tentara Marinir dari Operasi Anti-ISIS di Suriah

Atas temuan tersebut, Kementerian Luar Negeri Inggris menghentikan kontribusinya kepada AJACS.

"Kami menyadari tuduhan serius yang terkait program ini dan telah menangguhkannya untuk penyelidikan lebih lanjut," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Minggu (3/12/2017).

Dikutip Arab News, dokumen yang bocor ke BBC mengungkapkan ada hingga 20 persen dana yang dikirimkan untuk petugas polisi di Aleppo telah dialihkan ke sebuah kelompok yang terkait dengan teroris, Nour al-Din al-Zinki.

Teroris itu telah dikaitkan dengan serangkaian kekejaman selama konflik Suriah, salah satunya pemenggalan tahanan muda pada 2016.

Program AJACS dari Inggris yang bernilai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 270 miliar itu dikelola melalui yayasan internasional Adam Smith (ASI)

Laporan BBC juga menayangkan adanya polisi yang dibiayai program tersebut bekerja sama dengan teroris al-Zinki dalam menyiapkan surat perintah, menyampaikan pemberitahuan hingga menyerahkan tersangka kriminal untuk dieksekusi.

Salah satu tayangan BBC menampilkan adanya dua petugas dari program AJACS yang turut hadir saat eksekusi hukuman mati dengan lemparan batu di dekat Damaskus pada 2014.

Tak hanya menunjukkan hubungan petugas AJACS dengan teroris, tayangan BBC juga membongkar buruknya manajemen di program bantuan tersebut dengan adanya polisi fiktif ikut menerima gaji.

Atas laporan BBC, ASI menegaskan seluruhnya tidak benar dan menyesatkan.

Baca juga: Perang Suriah Telah Membunuh 340.000 Orang Sejak Meletus pada 2011

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Arab News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X