Kompas.com - 04/12/2017, 16:28 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

KAIRO, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melansir sebuah laporan terjadi peningkatan penderita HIV di Mesir.

Dilansir Associated Press via Al Arabiya Senin (4/12/2017), penderita virus penyebab AIDS itu dilaporkan meningkat 40 persen setiap tahunnya.

Kebanyakan penderita berasal dari kalangan anak-anak dan remaja.

Ahmed Khamis dari UNAIDS berkata, data terbaru ini menjadi peringatan yang sangat mengkhawatirkan.

Sebab, selama ini, pihaknya tidak bisa melakukan langkah untuk memerangi virus ini.

Selain kurangnya pendanaan, banyak penderita tidak terdeteksi karena harus menghadapi stigma sosial.

Baca juga : Dulu, 1 dari 3 Orang Dewasa di Zwaziland Terinfeksi HIV, Sekarang?

Mereka dipenjara dengan tuduhan yang dibuat-buat, serta dikucilkan dari masyarakat.

Di Mesir, penyakit ini kerap diidentikan dengan homoseksual. Tidak ilegal, namun dianggap melanggar norma agama di negara yang mayoritas beragama Islam tersebut.

Khamis menjelaskan, saat ini UNAIDS menerima laporan ada 11.000 kasus di Mesir saat ini.

Sementara pemerintah menyatakan baru menerima adanya 7.000 kasus penderita HIV.

"Jumlah ini memang belum pasti. Namun, kami sudah melihat anak-anak dengan usia yang masih sangat muda terinfeksi virus itu," papar Khamis.

Sejumlah pemuka agama di Mesir menyerukan pada masyarakat agar mengucilkan para penderita HIV.

Salah seorang wanita yang enggan disebutkan namanya berkata kepada Associated Press bahwa dia menerima HIV dari mantan suaminya.

Namun, ketika keluarga suaminya tahu tentang kondisinya, mereka mencemoohnya.

Saat si perempuan dan anaknya mencoba untuk hidup di lingkungan baru, keluarga suami tidak tinggal diam dengan memberi tahu lingkungannya tentang HIV si perempuan.

"Penderita HIV tetaplah manusia. Kita tidak boleh menanyakan diagnosanya," tegas pemuka agama Islam, Ali al-Jifri.

Baca juga : Pria Italia Terbukti Sengaja Tularkan HIV kepada 30 Wanita

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.