Kompas.com - 04/12/2017, 11:41 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont, bakal menghadiri sidang kedua permintaan ekstradisi yang dilayangkan Spanyol kepada dia dan empat menterinya.

Kantor berita AFP melansir, sidang dengar pendapat itu digelar Senin (4/12/2017).

Hakim pengadilan federal Belgia sebelumnya mendengar keterangan dari pengacara Puigdemont dan empat menterinya di sebuah ruangan tertutup.

Puigdemont dan empat menterinya sudah berada di Belgia sejak 30 Oktober, atau tiga hari pasca-pernyataan deklarasi kemerdekaan Catalonia (27/10/2017).

Pada sidang perdana yang digelar 17 November, jaksa penuntut Belgia meminta pengadilan agar menaati surat perintah penangkapan Eropa (EAW) yang dikeluarkan Spanyol kepada kelima pejabat Catalonia tersebut.

Sidang dengar pendapat ini bertepatan dengan pembukaan masa kampanya pemilu 21 Desember mendatang.

Baca juga : Jaksa Penuntut Belgia Minta Pengadilan Esktradisi Puigdemont

Pasca-sidang dengar pendapat, pengadilan bakal memberikan keputusan antara 8-10 hari ke depan.

Pengacara empat menteri Catalonia, Jaume Alonso Cuevillas optimistis, kelima pejabat tersingkir Catalonia itu bakal tetap berada Brussels.

Dilansir radio Catalonia, Rac1 via AFP, Cuevillas mengalkulasi proses sidang ini bisa berlangsung hingga pertengahan Januari.

"Saya yakin banding mereka akan diterima," ucap Cuevillas.

Jika nantinya banding Puigdemont akan EAW Spanyol ditolak, dia dan empat menterinya harus siap kembali ke Spanyol.

Jaksa penuntut di sana sudah siap mendakwa kelimanya dengan pasal pemberontakan dengan ancaman hukuman hingga 30 tahun penjara.

Selain itu, pasal lain yang didakwakan kepada Puigdemont adalah upaya penghasutan, dan penyalahgunaan dana publik.

Sementara itu di Madrid, Mahkamah Agung Spanyol juga bersiap untuk memberi vonis kepada 10 pejabat Catalonia yang ditahan sejak 2 November.

Ke-10 pejabat, termasuk wakil presiden Oriol Junqueras, tengah menanti vonis apakah tetap ditahan ataukah dibebaskan dengan jaminan.

Sejumlah pengamat mengemukakan, jika mereka dibebaskan dengan jaminan, maka kondisi geopolitik di Catalonia jelang pemilu 21 Desember bakal berubah.

Baca juga : Nasib 10 Pejabat Catalonia Bakal Diputuskan Senin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.