Kompas.com - 03/12/2017, 17:50 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

Dalam pidato publiknya, Paus Fransiskus mendesak persatuan, belas kasih, dan rasa hormat untuk semua kelompok etnis. Namun, dia tidak menyebut istilah Rohingya.

"Paus adalah orang suci, tapi dia mengatakan sesuatu di sini (di Myanmar), dan dia mengatakan berbeda di negara lain," tulis pengguna Facebook, Ye Linn Maung.

"Dia harus mengatakan hal yang sama jika dia mencintai kebenaran," tambahnya.

Baca juga : Ternyata, Rakyat Rohingya Tidak Tahu Paus Fransiskus

Sementara, beberapa pihak justru mendukung tindakan Paus Fransiskus yang memiliki bahasa berbeda terkait Rohingya, ketika meninggalkan Myanmar.

Ketua partai nasionalis tidak resmi Myanmar, Maung Thway Chun, memuji keputusan paus untuk tidak menyebutkan istilah "Rohingya" di Myanmar, meski mendapat tekanan dari kelompok hak asasi manusia.

"Itu berarti dia menghormati Myanmar," katanya.

"Dia bahkan tidak sering menggunakan kata itu ketika berada di Bangladesh. Saya pikir dia pernah mengatakannya sekali," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.