Warganet di Myanmar Kecam Paus Fransiskus Gunakan Istilah "Rohingya"

Kompas.com - 03/12/2017, 17:50 WIB
Paus Fransiskus bertemu dengan pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, di Naypyidaw. Pertemuan itu secara khusus membahas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis minoritas Rohingya Vincenzo Pinto/AFPPaus Fransiskus bertemu dengan pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, di Naypyidaw. Pertemuan itu secara khusus membahas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis minoritas Rohingya
|
EditorVeronika Yasinta


YANGON, KOMPAS.com - Warga net di Myanmar mengecam kunjungan Paus Fransiskus ke Bangladesh untuk menemui etnis Rohingya. Pasalnya, pertemuan tersebut tidak dilakukan secara terbuka.

Pada Jumat (1/12/2017), kepala gereja Katolik itu bertemu dengan sekelompok pengungsi dari etnis Rohingya di ibukota Bangladesh, Dhaka.

Paus menyebut mereka sebagai "Rohingya", sebuah istilah yang tidak dapat diterima banyak orang di Myanmar. Mereka menganggap etnis minoritas tersebut sebagai imigran gelap "Bengali" ketimbang kelompok etnis tertentu.

Dalam pidatonya di Myanmar sebelumnya, Paus Fransiskus tidak menyebut nama kelompok tersebut, namun langusng mengacu pada krisis negara bagian Rakhine, dengan lebih dari 620.000 orang mengungsi sejak Agustsu 2017.

Baca juga : Akhirnya, Paus Fransiskus Ucapkan Rohingya

Dilansir dari AFP, Minggu (3/12/2017), ketika kembali ke Vatikan, dia menyatakan telah mengetahui penderitaan etnis Rohingya secara pribadi di Myanmar.

"Saya menangis. Saya mencoba melakukannya dengan cara yang tidak dapat dilihat. Mereka juga menangis," katanya.

Komentar tersebut memicu kebingungan sekaligus kemarahan di media sosial di Myanmar.

"Dia seperti kadal yang warnanya telah berubah karena cuaca," kata pengguna Facebook, Aung Soe Lin.

"Dia harus menjadi penjual atau broker karena menggunakan kata-kata yang berbeda, meskipun dia adalah seorang pemimpin agama," tulis pengguna Facebook lainnya, Soe Soe.

Baca juga : Sekelompok Pengungsi Rohingya Ingin Bertemu Paus Fransiskus

Gereja Katolik Myanmar telah menyarankan Paus Fransiskus untuk tidak menyimpang ke dalam isu pembekuan stasus Rohingya di Myanmar, karena dapat memperburuk ketegangan.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X