Filipina Tangguhkan Program Vaksin DBD - Kompas.com

Filipina Tangguhkan Program Vaksin DBD

Kompas.com - 03/12/2017, 13:06 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue)TOTO SIHONO Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue)


MANILA, KOMPAS.com - Filipina menangguhkan program vaksinasi, setelah peringatan terhadap vaksin demam berdarah dengue (DBD) yang diberikan ke 733.000 anak sepanjang 2016 dapat memicu penyakit yang lebih parah.

Perusahaan farmasi raksasa Perancis, Sanofi Pasteur, sebelumnya mengaku data klinis Dengvaxia, lisensi pertama vaksin DBD, dapat menyebabkan penyakit lebih parah pada orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue.

Dilansir dari The Independent, Sabtu (2/12/2017), pemerintah menunda program imunisasi sekolah terkait hal tersebut. Namun, lebih dari 733.000 telah diimunisasi dengan vaksin demam berdarah.

Baca juga : 7 Fakta Penting tentang Demam Berdarah

Perusahaan Sanofi Pasteur menyebut, Dengvaxia dapat memberikan manfaat perlindungan yang kuat pada manusia yang sebelumnya pernah menderita demam berdarah.

"Departemen Kesehatan siap menghadapi skenario terburuk," kata juru bicara Departemen Kesehatan Filipina, Eric Tayag.

Menurutnya, vaksin tersebut hanya diberikan kepada anak-anak berusia 9 tahun atau lebih. Skema imunisasi vaksin hanya dilakukan di daerah dengan dampak DBD yang sudah meluas.

"Mereka yang telah divaksinasi sedang ditindaklanjuti untuk efek buruknya," ucapnya.

Baca juga : Waspada, Anak Usia Sekolah Rentan Sakit Demam Berdarah

Dia menambahkan departemen kesehatan juga sedang memeriksa catatan rumah sakit untuk melihat kasus demam berdarah akut. Namun, perusahaan Sanofi Pasteur menyatakan dibutuhkan waktu lima tahun untuk mendeteksi kasus DBD yang parah.

Lebih dari 211.000 kasus demam berdarah pada tahun lalu, dengan sdikitnya, 1.000 orang telah meninggal.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Terkini Lainnya

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan
Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

Nasional
Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

Regional

Close Ads X