Kompas.com - 02/12/2017, 12:02 WIB
Mantan penasihat keamanan presiden AS, Michael Flynn. NICHOLAS KAMM / AFPMantan penasihat keamanan presiden AS, Michael Flynn.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan penasihat keamanan Presiden AS, Donald Trump, Michael Flynn, mengaku telah memberi kesaksian palsu kepada Biro Intelijen Federal (FBI).

Di hadapan hakim pengadilan federal Rudolph Contreras Jumat (1/12/2017), Flynn mengakui terlibat pembicaraan dengan mantan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergey Kislyak.

FBI menggelar investigasi setelah muncul rumor bahwa kemenangan Trump pada pemilu 2016 tak lepas dari bantuan Rusia.

Pembicaraan dengan Kislyak terjadi pada 28 Desember 2016, atau sebulan pasca-kemenangan Trump.

Saat itu, Flynn meminta Rusia "mengalah" terhadap keputusan yang dilakukan mantan Presiden Barack Obama kepada 35 diplomat Rusia atas dugaan intervensi pemilu 2016.

Dalam dokumen investigasi yang dikeluarkan FBI, Flynn menjalin kontak dengan Kremlin atas perintah "anggota senior Tim Transisi Presiden".

Washington Post, seperti diberitakan AFP Sabtu (2/12/2017), "anggota senior" yang dimaksud adalah penasihat sekaligus menantu Trump, Jared Kushner.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : AS Batalkan Kunjungan Trump ke Inggris setelah Insiden di Twitter

Selain itu, Flynn juga dicurigai meminta Kislyak agar Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk penjajahan Israel atas Palestina.

Investigasi dimulai FBI pada 21 Januari, atau sehari setelah inagurasi Trump.

Kemudian 13 Februari, atau baru 23 hari menjabat sebagai penasihat keamanan, Flynn mengundurkan diri pasca-rumor kedekatannya dengan Rusia menyeruak.

"Pengakuan ini merupakan jalan terbaik bagi keluarga saya dan negara. Saya siap mempertanggungjawabkan tindakan saya," kata Flynn seperti dilansir Sky News.

Mantan jenderal itu menambahkan, dia siap untuk bekerja sama dengan jaksa penuntut Robert Mueller.

Ditukar dengan Hukuman Minimal
Pakar hukum kriminal Universitas Cornell, Jens David Ohlin berkata, jika Flynn sampai mengaku, berarti Mueller memberikannya sebuah tawaran yang tidak bisa dia tolak.

"Sebab, Flynn menghadapi dakwaan serius karena perannya sebagai agen asing," ujar Ohlin seperti dilansir Business Insider.

Business Insider memberitakan, kuasa hukum Flynn berkata kepada Mueller bahwa dia memiliki "cerita".

Namun, "cerita" itu hanya bisa diberikan jika Mueller bisa memberikan imunitas dari penyelidik Kongres AS ataupun FBI.

AFP mewartakan, atas pengakuan itu, Mueller bakal meminta pengadilan menjatuhkan hukuman minimum kepada Flynn, yakni enam bulan penjara.

Baca juga : Trump Kecam Putusan Pengadilan AS kepada Imigran Gelap Meksiko

Pengakuan Flynn itu membuat koleganya sesama jenderal merasa malu.

"Dia melanggar konstitusi AS, mempermalukan para jenderal, dan prajurit yang pernah dipimpinnya," kecam Letjen purnawirawan Mark Hetling seperti dilansir CNN.

Trump Tetap Membantah
Gedung Putih melalui pengacaranya, Ty Cobb, bersikeras Trump tidak menjalin hubungan dengan Rusia saat pemilu 2016.

"Pengakuan Tuan Flynn tidak akan berimbas kepada siapapun kecuali dirinya sendiri," kata Cobb dilansir Sky News.

Trump, melalui kicauannya di Twitter pekan lalu, juga menyindir Partai Demokrat yang terus menyudutkannya dengan berita adanya intervensi Rusia di kemenangannya.

"Sejak hari pertama saya menjabat, yang selalu Anda dengar adalah koar-koar Demokrat yang kalah di pemilu. Rusia, Rusia, Rusia," ujar Trump dalam tweet-nya.

Namun, menurut sumber yang ada di Gedung Putih, Trump langsung tersudut dengan pengakuan tersebut.

"Kabar tentang Flynn sangatlah buruk," kata sumber itu kepada NBC News.

Selain Flynn, pengadilan juga menyidangkan mantan penasihat Trump yang lain, Paul Manafort.

Manafort didakwa melakukan pencucian uang, perbuatan makar, dan bertindak sebagai agen asing bagi pemerintahan Ukraina yang pro-Rusia saat kampanye pemilu.

Namun, berbeda dengan Flynn, pengadilan federal memutus Manafort tidak bersalah.

Baca juga : Trump Sebut Kim Jon Un sebagai Anak Anjing Sakit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.