Kebebasan Pers di Dunia Menurun Drastis dalam 10 Tahun Terakhir

Kompas.com - 30/11/2017, 11:42 WIB
Jurnalis di San Salvador memprotes aksi kekerasan dan meminta keadilan terhadap pembunuhan juru kamera Samuel Rivas, yang dibunuh oleh anggota kriminal di San Salvador, pada Jumat (17/11/2017). (AFP/Marvin Recinos) Jurnalis di San Salvador memprotes aksi kekerasan dan meminta keadilan terhadap pembunuhan juru kamera Samuel Rivas, yang dibunuh oleh anggota kriminal di San Salvador, pada Jumat (17/11/2017). (AFP/Marvin Recinos)
|
EditorVeronika Yasinta


LONDON, KOMPAS.com - Kebebasan pers di seluruh dunia telah menyusut ke level terendah dalam 10 tahun terakhir.

Sebuah laporan studi dari Article 19, sebuah kelompok kebebasan berekspresi, menunjukkan jurnalis mendapatkan batasan sensor dari pemerintah, organisasi kriminal, dan tekanan komersial karena perkembangan internet.

Dilansir The Guardian, Kamis (30/11/2017), Turki mengalami kemunduran terbesar terhadap kebebasan berpendapat selama satu dekade terakhir, tapi Brasil, Burundi, Mesir, Polandia, Venezuela, dan Bangladesh juga mengalami kemunduran terhadap independensi dan keberagaman media.

"Untuk pertama kalinya, kami memiliki laporan komprehensif dan holistik terkait kebebasan berekspresi dan informasi dari seluruh bagian dunia," kata Thomas Hughes, direktur eksekutif Article 19.

Baca juga : Ankara Abaikan Ancaman Uni Eropa Terkait Kebebasan Pers

"Sayangnya, kami menemukan kebebasan berekspresi menurun di negara demokrasi, layaknya di rezim otoriter," tambahnya.

Penulis laporan itu meneliti kebebasan berekspresi di 172 negara sepanjang 2006 hingga 2016 dengan sistem metrik yang disebut dnegan Agenda Ekspresi.

Terdapat 32 indikator sosial dan politik, temasuk bias media dan korupsi, sensor internet, akses terhadap keadilan, pelecehan terhadap jurnalis, dan kesetaraan kelas sosial dan gender.

Hughes mengatakan jurnalis terancam dengan intimidasi, penuntutan, dan bahkan pembunuhan di beberapa negara.

Ada 426 penyerangan terhadap jurnalis dan gerai penjualan produk media di Meksiko sepanjang 2016.

Baca juga : Tahun 2017, Panggung Kebebasan Pers Dunia untuk Indonesia

Laporan itu juga menemukan sebanyak 259 jurnalis berakhir dipenjara pada tahun lalu, dan 79 lainnya dibunuh.

Area yang menjadi perhatian utama terhadap keselamatan jurnalis mencakup Filipina, Meksiko dan Honduras. Sementara terkait intimidasi karena menentang rezim pemerintahan lebih banyak terjadi di Turki.

Sepanjang April 2017, 152 jurnalis Turki di penjara. Lebih dari 170 organisasi media ditutup sejak kudeta tahun lalu, termasuk surat kabar, website, stasiun TV, dan kantor berita. Sekitar 2.500 jurnalis kehilangan pekerjaannya.

Namun, ada kemajuan di Tunisia, Sri Lanka, dan Nepal, dengan berlakunya Undang-undang kebebasan informasi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X