Kompas.com - 29/11/2017, 14:16 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Terdakwa aksi teroris di New York, Amerika Serikat (AS) 31 Oktober, Sayfullo Saipov, memohon agar dirinya dibebaskan.

Dikutip dari Sky News dan The Guardian Selasa (28/11/2017), Saipov mengajukan pleidoi (nota pembelaan) di Pengadilan Distrik Manhattan.

Di hadapan Hakim Vernon Broderick, Saipov membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Pria 29 tahun asal Uzbekistan itu menerima 22 dakwaan setelah menewaskan delapan orang, dan melukai lusinan pejalan kaki di lintasan pesepeda dekat monumen World Trade Center.

Antara lain delapan dakwaan pembunuhan, 12 dakwaan percobaan pembunuhan, satu dakwaan menyediakan kebutuhan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Baca juga : Pasca-teror Truk, New York Pasang Pembatas Beton di Persimpangan Jalan

Lalu satu dakwaan lagi terkait kekerasan dan perusakan kendaraan bermotor yang berujung pada kematian pengguna jalan.

"Saipov membantah segala tuduhan tersebut, dan meminta dibebaskan," demikian reportase Sky News.

Tidak ada reaksi baik dari hakim maupun jaksa penuntut setelah pledoi Saipov.

Kuasa hukum Saipov yang disediakan pengadilan, David Patton, menolak berkomentar.

Sidang selanjutnya bakal digelar 23 Januari 2018 mendatang. Namun, kecil kemungkinan Saipov bakal lolos dari hukuman.

Sebab, setelah ditangkap dengan cara ditembak perutnya, Saipov mengaku menikmati aksinya membunuh para pejalan kaki.

Dilansir dari dokumen penyelidikan dinas intelijen federal AS (FBI) 1 November lalu, Saipov dengan bangga menyatakan dukungannya terhadap AS.

"Jika saja tidak dihentikan, dia berencana menabrak lebih banyak pejalan kaki di Jembatan Brooklyn," demikian laporan investigasi FBI.

Saipov juga meminta rumah sakit agar diizinkan memajang bendera ISIS di kamarnya.

Tidak hanya itu. Di pikap sewaan yang digunakannya untuk menabrak orang, polisi menemukan secarik kertas dengan tulisan "ISIS Akan Jaya Selamaya".

Jika terbukti bersalah, Saipov bisa dijatuhi hukuman mati.

Baca juga : ISIS Klaim Serangan Teror di New York

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.