Setelah 3 Pekan Ditahan, Seorang Pangeran Senior Saudi Dibebaskan

Kompas.com - 29/11/2017, 06:45 WIB
Dalam foto yang diambil pada Februari 2014, terlihat Pangeran Mutaib (kanan) menerima Pangeran Charles di sebuah taman kerajaan Arab Saudi di Riyadh. FAYEZ NURELDINE / POOL / AFP Dalam foto yang diambil pada Februari 2014, terlihat Pangeran Mutaib (kanan) menerima Pangeran Charles di sebuah taman kerajaan Arab Saudi di Riyadh.
|
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang pangeran senior Arab Saudi yang pernah memimpin garda nasional, pada Selasa (28/11/2017) dibebaskan dari tahanan.

"Pangeran Mutaib bin Abdullah al Saud dibebaskan hari ini dan dia sudah kembali ke kediamannya di Riyadh," demikian juru bicara sang pangeran lewat Twitter.

Sejumlah anggota keluarga kerajaan juga sudah mengabarkan hal serupa lewat Twitter tetapi hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, dia bersama sejumlah pangeran dan puluhan orang lainnya ditangkap atas perintah putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, karena dituduh melakukan korupsi.

Baca juga : Arab Saudi Tawarkan Penyerahan Aset Tersangka Korupsi sebagai Ganti Kebebasan

Pangeran Mutaib bin Abdullah, putra mendiang Raja Abdullah, adalah sosok dengan "pangkat" tertinggi yang dibebaskan setelah penangkapan besar-besaran yang dimulai pada 4 November lalu.

Pangeran Mutaib ditahan karena dituduh melakukan korupsi dan sejak itu diyakini ditahan di hotel Ritz Carlton, Riyadh.

Pangeran berusia 65 tahun ini awalnya banyak dijagokan akan menduduki tahta Arab Saudi.

Posisinya sebagai komandan Garda Nasional menjadikan Mutaib pesaing potensial bagi Pangeran Mohammed bin Salman, yang sudah mulai mengkonsolidasikan kekuasaan sejak Juni lalu.

Putra mahkota yang akrab disebut MBS itu kemudian menangkap Pangeran Mutaib dan mendudukkan seorang pangeran yang kurang dikenal sebagai komandan Garda Nasional.

Meski menjadi pangeran senior pertama yang dibebaskan, tetapi hingga saat ini tak diketahui adanya proses hukum bagi Pangeran Mutaib dan mereka yang sudah ditahan selama tiga pekan.

Halaman:


Sumber Telegraph
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X