Dari Trump hingga Duterte: Saat Data Bukan Lagi Segalanya

Kompas.com - 28/11/2017, 22:34 WIB
Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat agenda makan malam konferensi ASEAN di Pasay City, Filipina. ATHIT PERAWONGMETHA / POOL / AFPPresiden AS Donald Trump bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat agenda makan malam konferensi ASEAN di Pasay City, Filipina.
EditorAmir Sodikin

BARU-BARU ini saya menjadi pembicara di Communications ASEAN Summit di Kuala Lumpur. Saat itu, saya sebagai seorang tukang cerita yang berada di antara para teknisi, pendiri bisnis start-up, dan data evangelist.

Pesan yang disampaikan beberapa pembicara tersebut begitu kuat dan jelas, “Selamat tinggal subjektivitas, abad ke-21 adalah era “Big Data”, penting untuk memiliki kemampuan mengolah berkwintal-kwintal byte data informasi

Benarkah itu?

Tahun lalu saat puncak pemilihan Presiden Amerika, saya berada di Houston, Texas. Saya menghabiskan waktu dengan keluarga Vidana, yakni dua bersaudara laki-laki keturunan Meksiko-Amerika yang tinggal di pinggiran kota yang kaya dengan minyaknya.

Kedua saudara yang menyukai senapan api ini merupakan pendukung keras Donald Trump meskipun mereka berdarah Latin. Ini membingungkan saya.

Mereka mendukung si rambut kuning jeruk yang bahkan telah mengancam untuk membangun tembok dan menendang keluar orang-orang seperti mereka!

Baca juga : Pengemudi Van Nekat Cegat Konvoi Mobil Presiden Donald Trump

Tetapi setelah saya menghabiskan beberapa hari bersama mereka, mengobrol sambil menikmati tacos di restoran Meksiko lokal, melihat-lihat toko senapan mereka, berbicara dengan orangtua, sepupu, kakek serta nenek mereka dan lainnya, saya mengerti mengapa mereka mendukung Trump.

Saudara-saudara Vidana adalah orang Meksiko-Amerika yang tinggal dipinggiran Kota Houston, Texas dan pendukung Trump yang setia.
Dok Karim Raslan Saudara-saudara Vidana adalah orang Meksiko-Amerika yang tinggal dipinggiran Kota Houston, Texas dan pendukung Trump yang setia.
Duduk di halaman belakang rumah mereka di mana terdapat sebuah lubang peluru di pagar akibat terkena tembakan seorang pengedar narkoba, saya benar-benar dapat merasakan rasa frustrasi mereka dengan status quo saat itu.

Keputusasaan mereka akan perubahan itu tidak ditangkap oleh survei yang harusnya menilai kekecewaan mereka dari skala dari 1 sampai 10. 

Pada hari pemungutan suara, The New York Times merilis sebuah prediksi bahwa kemungkinan Clinton akan menang adalah 85 persen. Setelah berpekan-pekan berbicara dengan masyarakat dari berbagai kalangan di seluruh Amerika Serikat, saya pun menjadi tidak begitu yakin.

Suatu malam, saat saya duduk di sebuah hotel area pedesaan di Michigan, yang menjadi pusat gelombang para pendukung Trump, saya tenggelam dengan perasaan bahwa mantan bintang acara televisi tersebut akan naik ke puncak.

Banyak kecemasan saya ketika ternyata dia berhasil melakukannya. Para pakar tercengang dan mungkin ada yang belum pulih dari kejadian tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X