Rencanakan Teror Malam Tahun Baru, Pria di Australia Ditahan Polisi - Kompas.com

Rencanakan Teror Malam Tahun Baru, Pria di Australia Ditahan Polisi

Kompas.com - 28/11/2017, 08:11 WIB
Ilustrasi tangkap tanganSHUTTERSTOCK Ilustrasi tangkap tangan

CANBERRA, KOMPAS.com - Polisi Australia menangkap seorang pria yang diduga merencanakan penembakan massal pada malam tahun baru di Melbourne.

Menurut Wakil Komisaris Polisi Negara Bagian Victoria Shane Paton, pada Selasa (28/11/2017), seperti ditulis AP, tersangka adalah warga negara Australia berusia 20 tahun keturunan Somalia.

Pemuda yang tak disebut identitasnya tersebut berusaha mendapatkan senjata otomatis untuk menyerang alun-alun Federation Square di Melbourne.

Setiap malam pergantian tahun, ribuan orang berkumpul di alun-alun kota terbesar ke dua di Australia itu.

Patton mengungkapkan, tersangka mengunduh artikel terkait cara untuk melancarkan serangan teror dan penggunaan senjata api yang diposting Al-Qaeda di web Peninsula Arab.

Baca: Indonesia-Australia Tingkatkan Kerja Sama Penanganan Terorisme dan Radikalisme

Patton menggambarkan tersangka sebagai seseorang yang punya niat untuk mencoba dan membunuh sebanyak mungkin orang dengan tembakan.

Polisi anti- terorisme Australia telah memantau kegiatan orang tersebut. Pengintaian dilakukan setelah pemuda itu terdeteksi sebagai ekstrimis.

Polisi menangkap pemuda tersebut saat bertemu sejumlah orang dalam upaya untuk mendapatkan senjata.

Australia memiliki undang-undang ketat soal kepemilikan senjata. Senjata otomatis dilarang untuk dimiliki pribadi.

Pria tersebut adalah tersangka ke-74 yang ditangkap di Australia dalam 31 investigasi kontra-terorisme sejak status tingkat ancaman terorisme di negara tersebut meningkat menjadi "mungkin" pada September 2014.

Baca juga : Penerbangan ke Bali Dibatalkan, Penumpang di Australia Marah-marah

Polisi berharap dia akan hadir di pengadilan Melbourne pada Selasa (28/11/2017) malam atau Rabu (29/11/2017) dengan tuduhan bersiap melakukan teror dan mengumpulkan dokumen untuk memfasilitasi tindakan terorisme.

Orang yang dihukum karena kejahatan di Australia harus menghadapi ancaman hukuman maksimal seumur hidup di penjara.

Surat perintah penggeledahan dikeluarkan pada Senin (27/11/2017) di sebuah rumah, di pinggiran kota tempat tersangka tinggal bersama orang tua dan saudara kandungnya.

Penggeledahan juga dilakukan di rumah seorang kerabat tersangka di pinggiran kota dan di sebuah toko komputer yang menjadi tempat tersangka pernah bekerja paruh waktu.

Kompas TV Menurut saksi, keduanya memanah petugas dan memukul mobil pemadam kebakaran.


EditorVeronika Yasinta
SumberAP
Komentar

Terkini Lainnya

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan
Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

Nasional
Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

Regional

Close Ads X