Kompas.com - 27/11/2017, 18:50 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

Analis politik Myanmar, Richard Horsey, berkata dia khawatir jika Fransiskus bakal menggunakan kata "Rohingya".

Di Myanmar, Rohingya dikenal sebagai "Bengalis" atau imigran ilegal asal Banglades.

"Jika paus terlalu menekankan isu ini, maka dampaknya akan meningkatkan lagi tensi serta sentimen publik,"kata Horsey memperingatkan

Sementara itu, penganut Katolik Roma tak percaya mereka kedatangan kepala gereka mereka.

"Saya melihat paus. Saya sangat senang hingga menangis," ucap Christina Aye Aye setelah konvoi Paus Fransiskus melewatinya.

"Orang-orang berdatangan dari seluruh negeri untuk melihat beliau, meski hanya beberapa detik," beber Suster Genevieve Mu.

Rombongan melewati Pagoda Shwedagon hingga ke kediaman Uskup Agung Yangon, Kardinal Charles Maung Bo.

Baca juga : Dorong Penyelesaian Krisis Rohingya, Paus Fransiskus ke Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.