Disebut Pengkhianat karena Mengundurkan Diri, Mugabe Menangis

Kompas.com - 27/11/2017, 12:43 WIB
Potongan gambar dalam video pidato Presiden Zimbabwe Robert Mugabe di televisi nasional. Dia memberikan pidato untuk menanggapi pemecatan dirinya oleh partai berkuasa Zanu-PF. (AFP). Potongan gambar dalam video pidato Presiden Zimbabwe Robert Mugabe di televisi nasional. Dia memberikan pidato untuk menanggapi pemecatan dirinya oleh partai berkuasa Zanu-PF. (AFP).
|
EditorErvan Hardoko

HARARE, KOMPAS.com - Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menangis saat disebut pengkhianat oleh orang-orang dekatnya karena bersedia mengundurkan diri.

Mugabe akhirnya mengalah karena terus ditekan militer dan partainya untuk mengundurkan diri setelah 37 tahun berkuasa. Demikian disampaikan harian Standard.

Harian itu mengutip pernyataan sejumlah sumber yng dekat dengan Mugabe mengenai detik-detik dia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Mugabe, yang adalah seorang penganut Katolik yang taat, sambil memegang rosario mengatakan kepada teman-teman dan tim negosiator di kediammannya bahwa dia bersedia mengundurkan diri.

Baca juga : Robert Mugabe Dapat Uang Pensiun Rp 135 Miliar

Dia menyampaikan keputusannya itu di saat parlemen Zimbabwe tengah bersiap untuk mempersiapkan pemakzulan Mugabe.

"Dia memandang ke bawah dan mengatakan rakyat tak ubahnya seperti bunglon," ujar seorang dekat Mugabe kepada harian Standard.

Sementara itu, harian milik pemerintah Sunday Mail mengutip Pastor Fidelis Mukonori, seorang imam Jesuit yang juga teman dekat sang mantan presiden sekaligus menjadi mediator dengan militer.

Mukonori mengatakan, wajah Mugabe amat muram setelah dia menandatangani surat pengunduran dirinya.

"Saya coba menghiburnya dengan mengatakan bahwa dirinya masih beruntung bisa melihat seseorang mengendalikan negara ini," kata Mukonori.

Mugabe kehilangan jabatannya  setelh 37 tahun berkuasa dan digantikan Emmerson Mnangagwa, yang sebelumnya pernah dipecat Mugabe.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X