Kompas.com - 27/11/2017, 07:31 WIB
Kompas TV Sulitnya keadaan para pengungsi Rohingya di Bangladesh, membuat tidak hanya orang dewasa yang bekerja, namun juga anak-anak.
|
EditorVeronika Yasinta

Para pemimpin gereja di Myanmar telah menyarankan untuk tidak mengucap kata "Rohingya" lantaran takut menimbulkan keresahan. Namun, Paus mengindikasikan akan mengindahkan saran tersebut.

Sementara di Bangladesh, Paus disebut akan mengadakan pertemuan dengan sekelompok kecil pengungsi. Paus menuju Bangladesh pada Kamis (30/11/2017).

Pejabat gereja di Bangladesh berharap 100.000 umat Katolik menghadiri misa terbuka di Dhaka yang bakal dihadiri Paus.

(Baca: Terkait Krisis Rohingya, Pejabat AS Dilarang Berkunjung ke Rakhine)

Sebelum Fransiskus, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Bangladesh pada 1986.

Lawatan Paus Fransiskus ke Myanmar dan Bangladesh mencerminkan prioritasnya sebagai pemimpin 1,3 miliar umat Katolik di dunia, yakni menyentuh orang-orang terpinggirkan yang kerap hidup sebagai minoritas.

Dia juga sangat mementingkan perkembangan Gereja di Asia, di mana jumlah umat Katolik tumbuh sembilan persen antara 2010-2015.

Dia telah mengunjungi sejumlah negara di Asia seperti Korea Selatan, Sri Lanka dan Filipina dan Bangladesh akan menjadi negara ke 31 yang telah dia jalani sejak pemilihannya di tahun 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.