AS dan Sekutu Agendakan Latihan Gabungan Libatkan 230 Pesawat Tempur

Kompas.com - 26/11/2017, 17:58 WIB
Sebuah jet F-22 Raptors milik Angkatan Udara AS mendarat di Pangkalan Udara Osan, Korea Selatan, Rabu (17/6/2016), setelah melakukan terbang lintas sebagai ajang unjuk kekuatan. JUNG YEON-JE / AFPSebuah jet F-22 Raptors milik Angkatan Udara AS mendarat di Pangkalan Udara Osan, Korea Selatan, Rabu (17/6/2016), setelah melakukan terbang lintas sebagai ajang unjuk kekuatan.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SEOUL, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Korea Selatan akan kembali menggelar latihan gabungan angkatan udara bulan depan. Kali ini, dengan mengerahkan sekitar 230 pesawat tempur

Dalam latihan yang dijadwalkan pada 4-8 Desember 2017 tersebut juga akan dikerahkan 12.000 personel tentara AS yang bermarkas di angkatan udara ketujuh di Korea Selatan.

"Latihan tempur udara ini dirancang untuk meningkatkan kerja sama operasi antara angkatan udara kedua negara dan meningkatkan efektivitas tempur AS dan Korea Selatan," tulis pernyataan dari Angkatan Udara AS.

Baca juga: Trump Kembali Pamer Jet Tempur Siluman Milik AS 

"Angkatan udara AS, korps marinir dan personel angkatan laut akan berlatih dengan kekuatan udara Korea Selatan di delapan instalasi militer," tambah pernyataan itu.

Pada latihan kali ini, AS berencana mengirim enam jet tempur siluman F-22 Raptor dan tiga jet F-35A.

Latihan gabungan kali ini juga akan menjadi kali pertama enam pesawat tempur siluman F-22 beraksi bersamaan dalam latihan yang disebut sebagai langkah memberi tekanan pada Korea Utara itu.

Atas langkah AS yang kembali menggelar latihan militer gabungan, China melalui kementerian luar negerinya meminta AS menahan diri.

China menekankan untuk lebih mendahulukan dialog dalam menghadapi isu nuklir Korea Utara.

"Kami percaya negara terkait harus dapat menahan diri dan tidak melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea," kata jurubicara kementerian luar negeri China, Geng Shuang.

Korea Utara telah lama mengecam aksi latihan militer gabungan AS dengan negara sekutunya di Semenanjung Korea. Namun latihan tetap dilakukan dengan alasan bersifat defensif.

Baca juga: India Sukses Luncurkan Misil Tercepat di Dunia dari Jet Tempur



Sumber yonhapnews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X