Kembali ke Myanmar, Etnis Rohingnya Tinggal di Rumah Sementara

Kompas.com - 25/11/2017, 16:02 WIB
Para pengungsi Rohingya berjalan menyusuri daerah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar di kawasan Palongkhali. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2017. Munir UZ ZAMAN / AFP Para pengungsi Rohingya berjalan menyusuri daerah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar di kawasan Palongkhali. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2017.
|
EditorVeronika Yasinta


DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Banglades menyatakan pengungsi etnis Rohingnya yang telah kembali ke Myanmar tinggal di tempat perlindungan sementara.

Setelah mengungsi ke Banglades sejak Agustus lalu, etnis Rohingya mulai berdatangan ke Myanmar, menyusul adanya kesepakatan pemulangan pengungsi antara Banglades dan Myanmar.

Dilansir dari AFP, Sabtu (25/11/2017), Menteri Luar Negeri Banglades, AH Mahmood Ali mengatakan etnis Rohingya akan tinggal di tempat penampungan sementara, sampai batas waktu tertentu.

"Banyak desa yang terbakar. Jadi, kemana mereka akan kembali? Tidak ada rumah? dimana mereka akan tinggal? Secara fisik, mereka tidak mungkin bisa kembali ke rumah," katanya.


Baca juga : Myanmar-Banglades Sepakati Pengembalian Rohingya dalam 2 Bulan ke Depan

Pada Kamis (23/11/2017), Banglades dan Myanmar menandatangai kesepakatan pemulangan pengungsi etnis Rohingnya, untuk mengawali kembalinya Rohingya ke Myanmar.

Dalam kesepakatan itu, Myanmar akan memulihkan keadaan normal di negara bagian Rakhine, dan mendorong pengungsi untuk kembali ke Myanmar secara sukarela dengan aman menuju rumah mereka masing-masing.

"Myanmar akan mengambil tindakan yang dimungkinkan agar pengungsi yang kembali tidak akan menetap di tempat sementara untuk jangka waktu lama," tulis kesepakatan yang disetujui di Dhaka.

"Pengungsi juga memiliki kebebasan bergerak di negara bagian Rakhine dan diperlakukan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang ada," tambahnya.

Baca juga : AS Sebut Krisis Rohingya sebagai Pembersihan Etnis

PBB menyebutkan sebanyak 620.000 etnis Rohingya melarikan diri dan mengungsi ke Banglades, setelah pembantaian dan pengusiran yang dilakukan oleh militer ke desa-desa mereka.

Badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNCHR, khawatir atas kesepakatan tersebut, dengan menyatakan kondisi di negara bagian Rakhine, Myanmar, belum layak untuk memungkinkan pengembalian pengungsi yang aman dan berkelanjutan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X