Kompas.com - 24/11/2017, 14:36 WIB
EditorErvan Hardoko

Kamar Dagang Indonesia memperkirakan, saat ini terdapat lebih dari 600 pusat pengolahan daging babi di Jakarta.

Baca juga: Polisi Hentikan Distribusi Daging Babi di Gilimanuk

Namun, kapasitas produksi yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Tahun lalu Indonesia menggandakan impor daging babi menjadi 1.221 ton.

"Indonesia terbuka untuk perdagangan daging babi. Kami negara yang terbuka. Namun, Rusia terlambat memasukkan dokumen Agustus lalu. Kalau kami beri izin, mereka harus membayar biaya PNPB (penerimaan negara bukan pajak) dua kali, yakni tahun ini dan tahun depan," kata Syamsul Maarif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian.

"Jadi, sebaiknya kami mendaftarkan mereka Januari nanti. Kami juga berencana membuat prosesnya online jadi mereka bisa mendaftar lebih cepat," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.