Kompas.com - 23/11/2017, 20:01 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia yang dibeli Turki. ALEXANDER NEMENOV / AFPSistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia yang dibeli Turki.
|
EditorAgni Vidya Perdana

ANKARA, KOMPAS.com - Turki tengah bersiap untuk memperkuat sistem pertahanannya dengan memasang sistem peluncur misil anti-pesawat udara.

Rencananya pemasangan sistem peluncur misil buatan Rusia tersebut akan dilakukan pada 2019.

Turki membeli sejumlah peluncur misil S-400 buatan Rusia, salah satu sistem pertahanan terbaik yang ada saat ini.

Baca juga: Foto Erdogan Jadi Sasaran Tembak, Turki Tarik Pasukan dari Latihan NATO

Peluncur tersebut bisa menembakkan misil yang bisa mencapai jarak 400 kilometer.

Sistem pertahanan misil S-400 telah digunakan Rusia sejak 2007, namun kini Turki dapat menggunakan dan terus membeli persenjataan itu dari Rusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Turki juga melakukan latihan militer dengan Rusia.

Perjanjian persenjataan itu menjadi kontroversi dan membuat resah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Beberapa anggta NATO, termasuk Amerika Serikat menilai sistem pertahanan S-400 tersebut tak sesuai dengan teknologi yang dimiliki negara lainnya.

Presiden Turki Erdogan mengatakan, keputusan membeli persenjataan dari Rusia didasari pertimbangan efektivitas finansial yang menurutnya tidak bisa didapat dari pemasok senjata negara barat.

"Jika kami mendapat kesulitan memperoleh elemen pertahanan dari beberapa tempat maka kami akan mencari jalan keluar sendiri," kata Erdogan menyindir NATO.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara di dunia telah memulai memamerkan kekuatan militer mereka mencegah terjadinya perang dunia.

Pasukan NATO yang terdiri dari tentara Inggris, AS dan Kanada melakukan latihan bersama di Skotlandia pada Oktober lalu.

Sementara Korea Selatan melakukan latihan perang laut menunjukkan kesiapan menghadapi agresi Korea Utara.

Begitu pula dengan Korea Utara yang beberapa kali melakukan uji coba peluncuran misil.

Baca juga: Turki Jalin Kesepakatan Persenjataan Rudal dengan Perancis dan Italia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.