Kompas.com - 23/11/2017, 19:07 WIB
 Pengungsi Rohingya menaiki bukit setelah menyebrangi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Coxs Bazar, Bangladesh, Jumat (8/9/2017).  REUTERS/Danish Siddiqui Pengungsi Rohingya menaiki bukit setelah menyebrangi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Coxs Bazar, Bangladesh, Jumat (8/9/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Setelah ditekan dunia internasional bertubi-tubi, Myanmar akhirnya mengumumkan siap menerima kembali etnis minoritas Rohingya.

Kamis (23/11/2017), Myanmar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Banglades terkait repatriasi.

Myanmar diwakili Konselor Aung San Suu Kyi. Sementara Menteri Luar Negeri AH Mahmood Ali menjadi representasi Banglades.

MoU itu menjadi akhir dari diskusi antara Myanmar dan Banglades mengenai pengembalian Rohingya ke Negara Bagian Rakhine dalam sepekan terakhir.

"Repatriasi ini bakal dimulai dalam dua bulan ke depan," demikian pernyataan bersama kedua negara seperti dikutip kantor berita AFP.

Baca juga : Myanmar Tuding Banglades Hambat Proses Pemulangan Pengungsi Rohingya

Menlu Ali berkata, MoU antara dirinya dengan Suu Kyi merupakan "langkah pertama".

"Mereka (Myanmar) bersedia menerima kembali Rohingya. Kami harus mulai bekerja," ujar Ali.

Namun, belum disebutkan berapa jumlah etnis Rohingya yang diizinkan kembali, maupun jangka waktu pengembaliannya.

BBC memberitakan, lembaga kemanusiaan mulai meningkatkan perhatian mereka kepada Rohingya dan Banglades.

Sebab, mereka khawatir jika pengembalian itu terkesan memaksa, dan Rohingya tidak mendapat jaminan keamanan ketika kembali ke Rakhine.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP, BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.