Kompas.com - 23/11/2017, 09:36 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


YERUSALEM, KOMPAS.com - Sebuah keluarga di Yerusalem Timur membangun rumah dengan biaya puluhan ribu dolar Amerika Serikat, namun dihancurkan begitu saja oleh pemerintah Israel.

Pada Rabu (22/11/2017), menjadi hari duka bagi Jamal Abu Khdeir. Rumah impian yang menampung 27 anggota keluarganya hancur dalam beberapa menit.

Rumah yang dibangun selama berbulan-bulan itu dirobohkan oleh lebih dari 40 orang pasukan Israel. Dua unit buldoser yang tiba, langsung meratakan bangunan itu.

Dilansir dari Al Jazeera, rumah tersebut baru selesai dibangun di wilayah Shufat, Timur Yerusalem.

Abu Khderi sempat melawan pasukan Israel yang mencoba menghancurkan rumahnya, namun aksinya justru memecah bentrokan.

Baca juga : Mengapa Normalisasi Hubungan Saudi-Israel Bisa Berbahaya?

"Ketika pasukan Israel menghancurkan rumah kami, anak laki-laki dan anggota keluarga lainnya mulai meneriaki mereka," kata salah satu anggota keluarga, Ishaaq Saeed Abu Khdeir, yang berusia 73 tahun.

"Pasukan Israel memukul mereka dan seketika berubah menjadi pertarungan fisik," tambahnya.

Dia mengaku didorong oleh pasukan Israel ke dalam semak-semak dan mengalami luka. Dua anggota keluarga juga sempat ditahan, hingga akhirnya dibebaskan.

Keluarga Abu Khdeir tidak merasa mendapatkan peringatan apapun tentang pembongkaran rumah mereka. Pemerintah Israel berdalih rumah tersebut dibangun tanpa izin.

Baca juga : Foto Presiden Israel Diedit Kenakan Kain Kepala Palestina

Aturan di Israel menyebut, orang-orang Palestina di Yerusalem Timur diwajibkan memiliki izin untuk mendirikan bangunan. Namun, biasanya pemerintah Israel menolak sebagian besar permintaan izin itu.

Menurut laporan harian Israel, Haaretz, sepanjang 2010 hingga 2015, dari 11.603 izin bangunan yang dikeluarkan, hanya 878 yang dialokasikan untuk lingkungan warga Palestina.

Hanya 13 persen dari total luas lahan di Yerusalem Timur yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah warga Palestina,

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.