Kompas.com - 22/11/2017, 14:50 WIB
|
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Harta karun berupa emas bernilai 26 juta poundsterling atau sekitar Rp 465 miliar milik Tsar Nicholas II, kaisar terakhir Rusia, dikubur di dekat sebuah jalur kereta api di Siberia.

Hal tersebut diungkapkan dalam sejumlah dokumen KGB yang sejauh ini merupakan dokumen yang menyebutkan lokasi harta kerajaan yang sudah hilang selama 100 tahun itu.

Banyak kalangan di Rusia yakin harta yang berada di Rusia itu adalah satu dari lima lokasi penyimpanan rahasia harta benda kerajaan setelah revolusi komunis menggulingkan monarki pada 1917.

Dalam dokumen-dokumen KGB yang dipublikasikan pada Selasa (21/11/2017), seorang prajurit mengklaim telah menguburkan 26 kotak berisi emas milik Tsar Nicholas di jalur kereta api Trans-Siberia, lebih dari 3.500 kilometer sebelah timur Moskwa.

Baca juga : Pemburu Harta Karun Temukan Emas Batangan Senilai Ratusan Miliar

Karl Purrok, nama prajurit itu, mengatakan, dia dan seorang temannya menguburkan kotak-kotak itu di kedalaman 2,5 meter, 5 kilometer dari Stasiun Taiga.

Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan harta milik kerajaan dari jarahan Tentara dalam perang saudara menyusul Revolusi Bolshevik.

"Gerbong-gerbong kereta dipenuhi emas. Saat berhenti kami menggali lubang di tanah," kata Purrok.

Dua hari setelah mengubur harta benda kerajaan itu, Purrok ditangkap Tentara Merah. Saat dibebaskan, dia kembali ke lokasi penguburan harta itu tetapi gagal menemukannya.

Tsar Nicholas membawa banyak hartanya ke Siberia saat dia dan keluarganya diasingkan menyusul revolusi 1917.

Setahun kemudian, Tsar Nicholas dan keluarganya dieksekusi pasukan komunis, yang selama beberapa dekade setelahnya mencoba mencari harta sang kaisar tetapi tak berhasil.

Sejumlah laporan mengatakan, mahkota milik keempat putrinya dan sang permaisuri Alexandra bersama perhiasan berlian yang nilainya belum diketahui hingga saat ini belum ditemukan.

Baca juga : Koin Emas Harta Karun Kapal Spanyol Ditemukan 100 Meter dari Pantai Florida

Dua kotak perhiasan, yang diserahkan sendiri oleh Tsar kepada penduduk lokal, nampaknya disembunyikan di wilayah Tobolsk atau Omsk.

Benda-benda yang disembunyikan di kedua kota itu terdiri atas pedang milik Tsar Nicholas dan putranya, Pangean Alexei yang baru berusia 13 tahun saat dibantai bersama seluruh anggota keluarganya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.