Negara Afrika Ramai-ramai Tawarkan Suaka untuk Mugabe

Kompas.com - 22/11/2017, 12:14 WIB
Presiden Robert Mugabe menghadiri wisuda di sebuah universitas di Harare, Jumat (17/11/2017). Ini adalah penampilan publik pertama Mugabe setelah intervensi militer. AFPPresiden Robert Mugabe menghadiri wisuda di sebuah universitas di Harare, Jumat (17/11/2017). Ini adalah penampilan publik pertama Mugabe setelah intervensi militer.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

ACCRA, KOMPAS.com - Keputusan mundur Robert Mugabe sebagai Presiden Zimbabwe membuat negara-negara tetangga ramai-ramai menawarkan suaka politik.

Sebelumnya, Afrika Selatan yang lebih dahulu mengumumkannya Sabtu (19/11/2017).

Melalui partai Pejuang Kebebasan Ekonomi (EFF) dan Forum Diaspora Afrika (ADF), mereka mendesak pemerintahan Jacob Zuma agar mengizinkan Mugabe tinggal dengan status pengungsi politik.

Melalui juru bicara EFF, Mbuyiseni Ndlozi, Mugabe tetap diakui sebagai bagian dari Afrika Selatan meski bukan lagi sebagai presiden.

"Kami seharusnya tidak membatasi hubungan kami dengan sebagai tokoh yang membebaskan Afrika dari kolonialisme," kata Ndlozi kepada Times Live.

Baca juga : Robert Mugabe Mundur dari Jabatan Presiden Zimbabwe

Ndlozi melanjutkan, Mugabe dan keluarganya tidak membutuhkan paspor untuk berada di Pretoria.

Selain Afrika Selatan, Ghana menjadi negara kedua yang menawarkan diri menjadi penampungan bagi eks presiden yang telah memimpin Zimbabwe selama 37 tahun tersebut.

AFP Zimbabwe dan Akhir Era Robert Mugabe
Juru Bicara Minoritas Kemenlu Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa meminta Presiden Nana Akufo-Addo agar mengundang Mugabe.

Ablakwa berujar, Mugabe memiliki hubungan yang sangat erat dengan Ghana.

Sebelum menjadi politisi, Mugabe adalah guru di Ghana. Dia mengasah dirinya sebagai tokoh pembebas di sana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X