Kompas.com - 22/11/2017, 11:25 WIB
|
EditorErvan Hardoko

PYONGYANG, KOMPAS.com — Benda apa yang paling dicari warga Korea Utara saat ini? Jawabannya ternyata adalah kondom.

Keluarga berencana amat diharamkan di Korea Utara karena pemimpin negeri itu, Kim Jong Un, ingin memiliki populasi besar untuk menciptakan para pekerja sosialis.

Namun, para pebisnis dan pejabat yang melakukan perjalanan ke China kerap membawa kondom untuk diberikan sebagai hadiah kepada teman dan kerabat mereka.

Sementara itu, para penyelundup menghasilkan banyak uang dengan menjual kondom kepada para PSK untuk mencegah kehamilan dan mengurangi penyebaran penyakit.

Baca juga: Istri Bunuh Suami Setelah Temukan Kondom di Kantong Celananya

Di banyak negara, kondom bisa dengan mudah didapatkan. Namun, di Korea Utara alat kontrasepsi ini amat terlarang untuk diproduksi atau dijual.

Bahkan, seperti dilaporkan Radio Free Asia, pos-pos pemeriksaan Bea Cukai Korea Utara melakukan pemeriksaan ketat agar kondom tak bisa melintasi perbatasan.

"Kondom amat populer di kalangan pria dan wanita di Korea Utara. Para pejabat Korea Utara kerap membawa kondom pulang setelah melakukan perjalanan dinas di China," ujar seorang pedagang asal China.

"Pedagang seperti kami menanggung risiko besar jika ketahun membawa kondon ke Korea Utara untuk dijual," tambahnya.

"Pasar untuk kondom di Korea Utara amat besar, jadi kami bisa mendapatkan banyak uang. Namun, kondom termasuk barang terlarang sehingga Bea Cukai Korea Utara tak akan membiarkan barang ini masuk," lanjutnya.

Baca juga: Malaysia Perkenalkan Kondom Rasa Nasi Lemak

Sementara itu, seorang pebisnis China yang tinggal di Pyongyang kepada Radio Free Asia mengatakan, prostitusi yang meluas di Korea Utara membuat kondom menjadi semakin penting.

"Para pejabat Korut amat memahami kondisi ini, tetapi pemerintah bersikukuh bahwa tidak ada praktik prostitusi di Korea Utara," ujar pebisnis itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.