Mulai Sadar, Tentara Pelarian Korea Utara Minta Menonton Televisi

Kompas.com - 21/11/2017, 20:15 WIB
Tentara Korea Selatan berjaga di desa Panmunjom, zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti karena perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai. JUNG YEON-JE / AFPTentara Korea Selatan berjaga di desa Panmunjom, zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti karena perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SEOUL, KOMPAS.com - Tentara Korea Utara yang terluka akibat ditembak saat berusaha melarikan diri ke selatan akhirnya mulai sadar.

Dilaporkan pejabat pemerintah Korea Selatan, Selasa (21/11/2017), tentara tersebut sempat menjalani dua kali operasi besar di Rumah Sakit Universitas Ajou di Suwon, selatan Seoul.

"Tentara itu sudah mulai kembali sadar dan dia meminta untuk menonton televisi," kata pejabat yang tak ingin disebut namanya.

Baca juga: Ada Cacing Sepanjang 27 Cm di Tubuhnya, Begini Kondisi Tentara Korut

"Demi kenyamanan psikologinya kami menayangkan film Korea Selatan dan dia sudah cukup pulih untuk bisa menonton televisi," tambahnya seperti dikutip Yonhap.

Tentara Korea Utara itu tak sadarkan diri setelah mendapat luka tembak oleh penjaga perbatasan di Panmunjeom akhir pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini dia sudah bisa berkomunikasi dengan petugas medis. Kami menilai dia telah mengatasi kondisi yang serius," ujar pejabat itu.

Dilaporkan juga tentara Korea Utara itu sedang dalam kondisi ketakutan dan stres berat.

Untuk mengurangi beban psikologisnya, pihak rumah sakit memasang bendera Korea Selatan di ruang tentara itu.

Selain mengalami luka tembakan, tentara pelarian itu juga dilaporkan mengidap parasit di usus yang kemungkinan disebabkan buruknya makanan yang dia konsumsi.

Bergantung pada saran medis dan kondisi pasien, tim interogasi diperkirakan baru akan mulai memberikan pertanyaan dalam empat sampai lima hari ke depan.

Baca juga: Tentara Korut Ditembak Ketika Membelot ke Korsel Lewat Kawasan Wisata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.