Rumah Sakit di India Ini Patok Biaya Tak Masuk Akal kepada Pasien Demam Berdarah

Kompas.com - 21/11/2017, 17:04 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue) TOTO SIHONOIlustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue)
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah rumah sakit di India mendapat sorotan karena mematok biaya yang sangat besar pada sebuah keluarga.

Adya Singh, bocah perempuan berusia tujuh tahun asal New Delhi, meninggal akibat Demam Berdarah Dengue September lalu.

Sebelum meninggal, Adya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Fortis di Gurgaon, pinggiran New Delhi.

Dilansir BBC Selasa (21/11/2017), tim dokter Fortis berkata kepada ayah Adya, Jayant Singh, bahwa putrinya mengalami kerusakan otak yang parah.

Namun, dokter tidak menunjukkan hasil pengamatan MRI Adya.

Baca juga : Maria Sharapova Diselidiki Terkait Proyek Apartemen Bodong di India

Jayant pun meminta kepada dokter agar diperbolehkan membawa pulang Adya. Namun, rumah sakit melarangnya hingga Adya dinyatakan meninggal.

Melalui status Facebook-nya, Jayant dengan emosional berujar bahwa dia sempat meminta sertifikat kematian kepada Fortis.

Namun, rumah sakit menyuruhnya untuk melunasi biaya rumah sakit sebesar 25.000 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 338 juta.

Biaya itu termasuk 600 jarum suntik, dan 1.600 pasang sarung tangan selama dua pekan perawatan.

Yang membuat Jayant begitu murka selain biaya yang tidak masuk akal, rumah sakit juga tidak menyediakan ambulans untuk membawa pulang jenazah putrinya.

Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X